SHS DORONG INDONESIA BANGUN KEKUATAN GENETIKA TROPIS
Share via
Kategori
Ekonomi Bisnis
Terbit Pada
26 August 2026
23735714
IQPlus, (26/8) - Kemandirian pangan Indonesia dimulai dari sesuatu yang sederhana, yaitu benih. Benih menjadi titik awal produksi pangan dan menentukan kemampuan petani menghasilkan tanaman yang produktif, adaptif, dan sesuai dengan kondisi Indonesia.
Hal tersebut disampaikan Direktur Utama PT Sang Hyang Seri (Persero), Adhi Cahyono Nugroho, dalam Webinar Nasional "Penguatan Mandiri Benih dari Perspektif Pengusaha Benih" yang diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia.
"Benih adalah fondasi kedaulatan pangan. Kalau kita ingin membangun kemandirian pangan, maka kita harus terlebih dahulu memastikan kemandirian benih nasional," ujar Adhi.
Menurutnya, tantangan pertanian ke depan tidak cukup dijawab hanya dengan pupuk atau mekanisasi. Tingkat penguasaan yang semakin menentukan masa depan pertanian adalah genetika. Dengan menguasai genetika, Indonesia dapat mengembangkan varietas yang lebih sesuai dengan iklim, lingkungan, dan kebutuhan pangan nasional.
Indonesia memiliki modal besar untuk itu. Sebagai negara tropis dengan biodiversitas yang tinggi dan pasar domestik yang besar, Indonesia memiliki keunggulan komparatif yang dapat diubah menjadi keunggulan kompetitif. Bukan hanya menjadi pengguna varietas dan teknologi dari luar, Indonesia memiliki peluang untuk menjadi kekuatan dalam pengembangan genetika tropis.
Sejalan dengan hal tersebut, PT Sang Hyang Seri tengah mempersiapkan transformasi dari Seed Company menjadi Tropical Genetics Company. Transformasi ini tidak berhenti pada riset, tetapi diarahkan agar hasil pengembangan genetika dapat menjadi produk yang dikomersialkan dan memberikan manfaat bagi petani, industri, dan masyarakat.
"Kita tidak hanya bicara soal riset. Kita bicara bagaimana genetika menjadi sesuatu yang bisa dikomersialkan dan memberikan manfaat nyata. SHS siap menjadi motor penggerak inisiatif genetika nasional," kata Adhi. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
