BCA Sekuritas
    langid
    Berita Harian

    SGER BIDIK LABA BERSIH RP500 MILIAR DI 2026

    Terbit Pada

    03 June 2026

    Saham Terkait

    Terakhir diperbarui: 21-05-2026, 03:22:pm

    15340818

    IQPlus, (3/6) - Emiten perdagangan komoditas, PT Sumber Global Energy Tbk (SGER), membidik target pendapatan sebesar Rp10 triliun dengan proyeksi laba bersih mencapai Rp500 miliar untuk tahun buku 2026. Target optimistis ini dipasang di tengah evaluasi mendalam atas penurunan kinerja keuangan yang dialami Perseroan pada periode 2025 lalu.

    Dalam laporan hasil Public Expose yang dirilis Direksi Perseroan, manajemen SGER mengakui adanya penurunan pada laporan keuangan tahun 2025, yang mencakup pos pendapatan, laba kotor, hingga laba bersih, dibarengi dengan kenaikan liabilitas yang menyentuh angka Rp3,27 triliun. Meski demikian, manajemen menegaskan bahwa kondisi arus kas operasional saat ini masih cukup kuat untuk memenuhi seluruh kewajiban jangka pendek Perseroan.

    "Faktor yang paling menentukan dalam 12-24 bulan ke depan bukan besarnya utang itu sendiri, melainkan kemampuan SGER mengembalikan arus kas operasi menjadi positif dan mempertahankan akses pendanaan perbankan," tulis manajemen dalam keterbukaan informasi, dikutip Rabu (3/6/2026).

    Untuk membalikkan keadaan dan mencapai target kinerja 2026, SGER telah menyiapkan sejumlah strategi taktis. Di lini bisnis utama, Perseroan mengandalkan kontrak kerja sama pasokan batu bara ke Vietnam dan Bangladesh. Selain itu, optimalisasi peran anak usaha yang bertindak sebagai entitas trading di Singapura dan Uni Emirat Arab (UAE) terus dipacu melalui keikutsertaan dalam sejumlah tender internasional.

    Akselerasi Diversifikasi Non-Batu Bara

    Sebagai langkah mengurangi ketergantungan pada satu komoditas utama, SGER gencar melakukan diversifikasi usaha ke sektor non-batu bara, seperti Manganese Ore (bijih mangan) dan Petroleum Coke (petcoke). Manajemen menyebut, margin keuntungan dari kedua komoditas baru ini hampir setara dengan batu bara. Saat ini, proses penjajakan pasar, penguatan jaringan pemasok, serta pendekatan kepada calon pelanggan potensial terus berjalan.

    Tak hanya itu, proyek strategis melalui PT Hidrogen Peroxida Indonesia menunjukkan perkembangan positif. Pembangunan pabrik kimia tersebut kini telah mencapai tingkat kesiapan operasional sebesar 97 persen. Perseroan optimistis pabrik ini dapat segera beroperasi komersial pada kuartal ketiga (Q3) tahun 2026 dan langsung memberikan kontribusi terhadap pendapatan konsolidasi.

    Dari sisi efisiensi internal, SGER secara berkala melakukan evaluasi terhadap biaya operasional, melakukan negosiasi ulang tarif angkutan, serta memperketat pengendalian biaya overhead demi mendongkrak margin keuntungan. Perseroan juga memperluas jaringan bisnis domestik melalui PT Jasatama Mandiri Sukses entitas kepemilikan tidak langsung dari anak usaha PT Sumber Mas Global Asia Tbk (SMGA) untuk melakukan penjualan yang lebih intensif.

    Kendati rencana kerja telah dipetakan, manajemen SGER mengungkapkan bahwa alokasi anggaran belanja modal (capital expenditure/capex) untuk tahun 2026 saat ini belum final dan masih dalam tahap pembahasan internal.

    Di sisi lain, terkait rencana kebijakan pemerintah mengenai penunjukan BUMN sebagai eksportir tunggal komoditas batu bara, SGER menyatakan masih mencermati situasi regulasi tersebut. Mengingat aturan pelaksana dan kejelasan tugas BUMN terkait belum terbit, Perseroan kini tengah bersiap melakukan penyesuaian dalam merumuskan kontrak-kontrak baru dengan pihak supplier di masa mendatang.(end)