BCA Sekuritas
langid
Berita Harian

SERANGAN BARU KE KAPAL TANKER BUAT HARGA MINYAK BRENT NAIK LAGI

Kategori

Komoditi

Terbit Pada

05 November 2026

30924643

IQPlus, (6/11) - Harga minyak mentah Brent berjangka ditutup dengan kenaikan lebih dari US$3 per barel pada hari Kamis (5 November), seiring dengan serangan baru terhadap kapal-kapal tanker yang memicu kekhawatiran mengenai pasokan minyak, sementara para investor meninjau kembali prospek konflik antara AS-Israel dengan Iran.

Harga minyak Brent ditutup naik US$3,67, atau 3,88 persen, menjadi US$98,29 per barel. Minyak mentah AS, West Texas Intermediate (WTI), ditutup lebih tinggi sebesar US$2,40, atau 2,72 persen, menjadi US$90,52 per barel.

Kondisi ini menandai pembalikan arah dari hari Rabu, ketika kedua acuan harga minyak tersebut sempat anjlok lebih dari 8 persen ke level penutupan terendah sejak 31 Agustus.

"Pemulihan harga hari ini mencerminkan kehati-hatian dalam mengantisipasi normalisasi arus minyak yang terlalu cepat, sebelum kemajuan diplomatik benar-benar menghasilkan kelancaran pengiriman dan distribusi yang dapat diandalkan," tulis Gelber and Associates dalam sebuah catatan pada hari Kamis.

Andy Lipow, presiden Lipow Oil Associates, mengatakan bahwa laporan mengenai kapal tanker yang terkena ranjau di Timur Tengah atau menjadi sasaran pesawat nirawak (drone) terus membuat pasar minyak khawatir. Para investor juga mencemaskan sikap Iran yang tidak berubah terkait negosiasi dengan Amerika Serikat.

Serangan terhadap kapal tanker di kawasan Teluk masih terus terjadi dengan intensitas yang mendekati rekor tertinggi; setidaknya lima kapal telah melaporkan insiden sejak hari Minggu, menurut badan keamanan maritim Inggris, UKMTO. Tingkat kejadian ini serupa dengan kondisi pada bulan Oktober, saat badan tersebut mencatat 35 kapal terkena serangan jumlah terbanyak dalam satu bulan selama masa perang berlangsung.

Perang dengan Iran, yang dilancarkan oleh Presiden AS Donald Trump bersama Israel pada bulan Februari, mengakibatkan lonjakan harga bahan bakar sebuah masalah yang menjadi keluhan utama para pemilih. Partai Demokrat berhasil menguasai kedua majelis Kongres AS dalam pemilihan paruh waktu hari Selasa, sekaligus mengalahkan Partai Republik yang mengusung Trump.

Kongres baru yang dikuasai oleh Partai Demokrat akan mulai bertugas pada bulan Januari.

Dalam sebuah catatannya, Citi menyatakan adanya kekhawatiran bahwa setelah pemilihan paruh waktu usai, Gedung Putih mungkin akan lebih mengandalkan kewenangan eksekutifnya dalam kebijakan luar negeri, yang berpotensi meningkatkan eskalasi perang dengan Iran. (end/Reuters)