SEPAKATI INVESTASI 20 MILIAR DOLAR AS, BAHLIL PERCEPAT PROYEK MASELA
Share via
Kategori
Ekonomi Bisnis
Terbit Pada
16 March 2026
07431205
IQPlus, (16/3) - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan pemerintah mempercepat penyelesaian proyek gas bumi Lapangan Abadi, Blok Masela, Maluku, setelah tercapainya kesepakatan investasi megaproyek tersebut senilai 20 miliar dolar AS.
Menurut Bahlil, dalam keterangannya di Jakarta, Senin, pemerintah serius memastikan proyek Abadi Masela benar-benar berjalan setelah puluhan tahun tertunda.
Dalam pertemuannya dengan CEO INPEX Corporation Takayuki Ueda, di Tokyo, Jepang, Minggu (15/3/2026), Menteri Energi Bahlil telah secara langsung menekankan agar proyek gas raksasa di Laut Arafura itu segera masuk tahap keputusan investasi akhir dan tidak lagi berlarut-larut.
Pertemuan itu menjadi momentum penting untuk mendorong percepatan proyek senilai 20 miliar dolar AS atau setara Rp339 triliun tersebut.
Bagi pemerintah, lanjut Bahlil, Proyek Masela memiliki nilai penggerak ekonomi baru bagi Indonesia bagian timur, sekaligus sumber pasokan gas besar untuk industri nasional di masa depan.
Ia pun mengapresiasi kemajuan pembangunan proyek, yang kini telah mencapai sekitar 25 persen.
Melihat kemajuan yang signifikan ini, lanjut Bahlil, dirinya berkeinginan agar proyek Abadi Masela dapat memajukan kegiatan front end engineering and design (FEED) pada kuartal kedua atau selambatnya kuartal ketiga tahun ini, supaya secara paralel dapat melakukan tender engineering, procurement and construction (EPC).
"Kami berkeinginan ini bisa cepat supaya jangan diulur-ulur lagi. Ini sudah 27 tahun, masa kita mau tunggu sampai usia saya 60 tahun, baru jadi. Apalagi itu kampung Ibu saya. Jadi, saya pikir bisa tahun ini kita tender EPC," ujar Bahlil dalam pertemuan tersebut.
Untuk mencapai target FEED tersebut, Bahlil menawarkan kepada INPEX supaya produksi Lapangan Abadi, yang mencapai 9 juta ton per tahun (million tonnes per annum/MTPA), apabila belum ada pembeli serius hingga akhir April 2026, agar dibeli Danantara, termasuk untuk memenuhi pasokan program hilirisasi.
"Supaya ada kepastian buyer. Saya menghargai buyer luar negeri, tapi pada saat sekarang, negara Indonesia harus hadir, untuk bersama-sama dengan INPEX dalam rangka memastikan operasi. Jadi, kami (Danantara) saja yang beli," ujar Bahlil.
Menanggapi pernyataan Menteri ESDM itu, Takayuki Ueda menyampaikan komitmennya untuk segera menyelesaikan proyek Abadi Masela.
"Terima kasih banyak, Pak Menteri, untuk kemurahan hati dan komitmennya mendukung proyek ini. Karena ini bukan hanya isu saya pribadi, tapi, segera kami, jajaran INPEX juga memiliki komitmen untuk mempercepat realisasi Abadi, termasuk saya ini sudah 12 tahun mengerjakan Abadi. Bukan hanya Pak Menteri, tetapi kami juga memiliki komitmen yang sama untuk segera mengerjakan Abadi. Dan, setelah berdiskusi dengan Pak Menteri, kami semakin semangat lagi untuk mempercepat penyelesaian proyek Abadi ini," ujar Ueda. (end/ant)
Riset Terkait
Berita Terkait
