SCNP CATAT PENDAPATAN Rp219,39 MILIAR HINGGA SEPTEMBER 2026
Share via
Terbit Pada
27 October 2026
Saham Terkait
Terakhir diperbarui: 14-08-2026, 03:11:pm
29939511
IQPlus, (27/10) - PT Selaras Citra Nusantara Perkasa Tbk (SCNP) mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp219,39 miliar hingga 30 September 2026, meningkat 28,83% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp170,30 miliar.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian perseroan, pertumbuhan pendapatan terutama berasal dari penjualan lokal yang mencapai Rp217,73 miliar, naik dari Rp170,28 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, penjualan ekspor meningkat menjadi Rp1,66 miliar dari Rp13,20 juta.
Seiring dengan kenaikan pendapatan, beban pokok pendapatan tercatat sebesar Rp189,46 miliar, meningkat dibandingkan Rp146,62 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Dengan demikian, laba kotor mencapai Rp29,93 miliar, naik dari Rp23,68 miliar.
Beban usaha SCNP tercatat sebesar Rp23,17 miliar, dibandingkan Rp23,86 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kondisi tersebut mendorong laba usaha menjadi Rp6,07 miliar, meningkat signifikan dibandingkan Rp506,82 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Dari sisi penghasilan lain-lain, perseroan membukukan penghasilan bersih sebesar Rp14,10 miliar, turun dibandingkan Rp9,63 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Komponen ini mencakup pendapatan sewa ruangan, pendapatan keuangan, serta keuntungan selisih kurs.
Laba sebelum pajak tercatat sebesar Rp15,70 miliar, dibandingkan Rp14,61 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Adapun laba bersih mencapai Rp15,64 miliar, naik sekitar 7,04% dibandingkan Rp14,61 miliar.
Laba per saham dasar tercatat sebesar Rp6,62, meningkat dibandingkan Rp5,84 pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Dari sisi neraca, total aset SCNP per 30 September 2026 tercatat sebesar Rp424,93 miliar, turun dibandingkan Rp513,39 miliar per 31 Desember 2025. Total liabilitas naik menjadi Rp159,99 miliar hingga 30 September 2026 dari Rp77,17 miliar hingga 31 Desember 2025. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
