SARASWANTI RAIH PINJAMAN DARI PENGENDALI
Share via
Published On
06 May 2026
Related Stocks
Latest update: 19-05-2026, 04:22:pm
12534043
IQPlus, (6/5) - PT Saraswanti Indoland Development Tbk. (SWID) meraih pinjaman dana yang diterima secara langsung dari pihak afiliasi yaitu PT Saraswanti Utama pada tanggal 4 Mei 2026
Manajemen SWID dalam keterangan tertulisnya Selasa (5/5) menuturkan bahwa SWID mendapatkan pinjaman sebesar Rp20 miliar dari PT Saraswanti Utama (SU) yang juga merupakan pemegang saham utama Perseroan dengan persentase kepemilikan sebesar 63,52% sehingga merupakan transaksi afiliasi sesuai regulasi OJK dalam POJK 42/2020.
Lebih lanjut Manajemen SWID memaparkan transaksi ini dilakukan dengan pertimbangan dalam rangka memenuhi kebutuhan pendanaan guna menunjang kegiatan usaha, salah satu strategi Perseroan adalah pengajuan pinjaman dari afiliasi. Pengajuan pinjaman tersebut digunakan untuk mendukung operasional Perseroan, termasuk namun tidak terbatas pada pembiayaan kegiatan operasional, pengembangan proyek, dan pemenuhan kebutuhan modal kerja.
SWID memerlukan dana talangan segera (bridging financing) dari pemegang saham untuk melaksanakan pengembangan proyek Perseroan dalam waktu dekat. Pendanaan ini ditujukan untuk mendukung percepatan pembangunan The Royal Alana Yogyakarta Hotel yang nantinya dapat menghasilkan pendapatan berulang (recurring income) di masa mendatang, sehingga memberikan jaminan keberlanjutanusaha yang lebih baik bagi Perseroan.
Sehubungan dengan uang muka pelanggan yang diterima oleh Perseroan diterima secara bertahap dan proses pencairan kredit dan/atau penambahan fasilitas modal kerja dari pihak perbankan membutuhkan waktu yang cukup lama, maka diperlukan dana talangan segera (bridging financing) dari pemegang saham untuk segera melaksanakan pengembangan proyek Perseroan.
Dana talangan dari para pemegang saham ini dikenakan bunga sebesar 7% per tahun. Biaya bunga ini dinilai lebih rendah dari bunga yang ditetapkan oleh perbankan sebesar 8%. Perseroan meyakini bahwa pendanaan tersebut memberikan manfaat ekonomis yang optimal dibandingkan dengan sumber pendanaan alternatif lainnya.
Manajemen SWID menegaskan dalam pelaksanaannya, Perseroan tetap memperhatikan prinsip kewajaran dan kelaziman usaha serta memastikan bahwa transaksi tersebut tidak merugikan Perseroan maupun pemegang saham minoritas. (end)
Related Research
News Related
