BCA Sekuritas
    langid
    Berita Harian

    SAHAM JSPT FLUKTUATIF, MANAJEMEN BUKA SUARA SOAL EKSPANSI KE PHUKET THAILAND

    Terbit Pada

    19 February 2026

    Saham Terkait

    Terakhir diperbarui: 12-02-2026, 04:20:pm

    04958418

    IQPlus, (19/2) - Manajemen PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk (JSPT) memberikan penjelasan resmi terkait volatilitas transaksi efek yang terjadi pada perdagangan saham perseroan baru-baru ini. Menanggapi permintaan penjelasan dari Bursa Efek Indonesia (BEI), perusahaan menegaskan belum ada informasi material baru yang belum diungkapkan ke publik.

    Sekretaris Perusahaan JSPT, Asan Effendy, menyatakan bahwa pergerakan harga saham perusahaan di pasar berada di rentang Rp2.440 hingga Rp2.770 per lembar saham pada transaksi tanggal 12 Februari 2026. Berdasarkan pantauan internal, fluktuasi ini murni merupakan hasil dari aktivitas jual-beli investor melalui berbagai perusahaan efek.

    "Berdasarkan pemantauan dalam Daftar Pemegang Saham, tidak terlihat adanya perubahan kepemilikan oleh pemegang saham dengan porsi 5% atau lebih, maupun oleh jajaran Direksi dan Komisaris," ungkap Asan dalam keterangan tertulisnya, Kamis (19/2/2026).

    Proyek Strategis di Phuket

    Meski tidak ada informasi baru yang bersifat mendadak, manajemen mengingatkan kembali mengenai rencana ekspansi besar ke Phuket, Thailand, yang telah diumumkan sejak Desember 2025. Melalui anak usahanya, PT Wynncor Bali, JSPT berencana membentuk joint venture dengan pengembang lokal di Thailand dengan penyertaan ekuitas sebesar 50%.

    Proyek ini dijadwalkan mulai berjalan tahun ini, meski saat ini statusnya masih dalam tahap pembahasan dan penyusunan detail proyek. Perseroan berjanji akan segera mengumumkan perkembangan lebih lanjut sesuai dengan regulasi keterbukaan informasi yang berlaku.

    Tidak Ada Aksi Korporasi Jangka Pendek

    Terkait rencana ke depan, manajemen menegaskan bahwa dalam kurun waktu tiga bulan ke depan, JSPT belum memiliki rencana aksi korporasi yang dapat memengaruhi pencatatan saham di bursa. Pemegang saham utama perseroan juga dilaporkan tidak memiliki rencana untuk mengubah porsi kepemilikan saham mereka dalam waktu dekat. (end)