RUPS SCMA SEPAKATI TEBAR DIVIDEN FINAL RP12 PER SAHAM
Share via
Terbit Pada
22 May 2026
Saham Terkait
Terakhir diperbarui: 05-05-2026, 09:11:am
14139802
IQPlus, (22/5) - PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) resmi mengantongi persetujuan dari para pemegang saham untuk membagikan dividen final dari tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025. Keputusan ini disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diselenggarakan pada Kamis, 21 Mei 2026.
Berdasarkan Keterbukaan Informasi yang dirilis Perseroan, emiten media ini akan membagikan dividen tunai final sebesar Rp12,00 per lembar saham. Dengan tambahan tersebut, maka total dividen yang dibagikan SCMA untuk tahun buku 2025 secara keseluruhan mencapai Rp21,00 per saham.
"Total dividen yang dibagikan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025 adalah sebesar Rp21,00 per saham," tulis manajemen SCMA dalam ringkasan risalah RUPS, Jumat (22/5/2026).
Manajemen menjelaskan bahwa dana dividen ini akan diambil dari seluruh laba tahun berjalan konsolidasi yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tahun buku 2025. Sementara itu, sisa kekurangan untuk pemenuhan total dividen akan diambil dari laba ditahan Perseroan yang belum ditentukan penggunaannya pada akhir tahun buku 2025.
Selain pembagian dividen, para pemegang saham dalam Agenda 2 RUPST tersebut juga menyetujui penyisihan dana sebesar Rp1.000.000.000 (satu miliar Rupiah) sebagai cadangan wajib Perseroan. Angka ini ditetapkan sesuai dengan ketentuan Pasal 70 Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.
Rapat yang dihadiri oleh pemegang saham yang mewakili 58.537.840.688 lembar saham atau setara 92,1787% dari seluruh saham dengan hak suara sah ini juga memberikan kuasa penuh kepada Direksi Perseroan untuk menyusun jadwal serta tata cara pelaksanaan pembayaran dividen tunai tersebut.
Sebagai informasi, selain memutuskan penggunaan laba bersih, RUPST SCMA kali ini juga mengesahkan sejumlah keputusan krusial lain, termasuk persetujuan laporan tahunan 2025, pelimpahan wewenang penentuan remunerasi direksi-komisaris, penunjukan akuntan publik tahun buku 2026, pengangkatan kembali jajaran manajemen hingga tahun 2031, serta persetujuan pengurangan modal melalui penarikan saham hasil pembelian kembali (treasury stock) sebesar 10,4 miliar lembar saham. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
