RUPS BSDE PUTUSKAN TAK BAGI DIVIDEN
Share via
Terbit Pada
18 June 2026
Saham Terkait
Terakhir diperbarui: 21-08-2025, 02:10:pm
16836343
IQPlus, (18/6) - PT Bumi Serpong Damai Tbk (BEI: BSDE), anggota kelompok pengembang terkemuka Sinar Mas Land, melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Tahun Buku 2025 (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada hari Rabu (17/6) bertempat di Green Office Park 9, Auditorium B Floor, Jl. BSD Grand Boulevard, BSD Green Office Park 15345.
Dalam RUPST, para pemegang saham menyetujui seluruh agenda yang diajukan pengurus BSDE. BSDE juga melaporkan kinerja operasional dan keuangan yang tetap solid sepanjang tahun 2025 di tengah tantangan ekonomi global dan domestik.
Dalam RUPST ini, pemegang saham telah menyetujui penetapan penggunaan Laba Bersih tahun buku 2025 sebesar Rp2,55 triliun yang dialokasikan untuk dana cadangan sebesar Rp2,00 miliar, sedangkan sisanya sebesar Rp2,54 triliun dibukukan sebagai laba ditahan untuk memperkuat modal kerja dan mendukung pengembangan usaha BSDE.
"Kami terus melihat berbagai peluang pertumbuhan yang menjanjikan di sektor properti nasional. Oleh karena itu, kami memandang bahwa penguatan struktur permodalan melalui pencatatan sebagian besar laba bersih sebagai laba ditahan merupakan langkah strategis untuk mendukung pengembangan proyek-proyek baru, memperkuat land bank, serta menjaga fleksibilitas keuangan BSDE dalam menangkap peluang usaha yang dapat menciptakan nilai tambah berkelanjutan bagi para pemegang saham," papar Hermawan Wijaya, Direktur BSDE dalam keterangan Kamis.
Sepanjang tahun 2025, BSDE berhasil membukukan prapenjualan (marketing sales) sebesar Rp10,04 triliun, melampaui target yang ditetapkan sebesar Rp10,00 triliun atau meningkat sekitar 3% secara tahunan (year-on-year) dibandingkan hasil prapenjualan tahun 2024 yang tercatat sebesar Rp9,72 triliun.
Pendapatan Usaha tercatat sebesar Rp12,79 triliun, sementara Laba Bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp2,55 triliun.
RUPS juga menerima pengunduran diri Muktar Widjaja sebagai Presiden Komisaris dan Michel J.P Widjaja sebagai wakil Presiden Direktur.
Riset Terkait
Berita Terkait
