RUGI TBS ENERGI UTAMA BERKURANG 83% JADI US$9,5 JUTA
Share via
Terbit Pada
30 April 2026
Saham Terkait
Terakhir diperbarui: 25-03-2026, 09:21:am
11947039
IQPlus, (30/4) - PT TBS Energi Utama (TOBA) hari Kamis ini menyampaikan laporan kinerja periode kuartal pertama (Q1) 2026, yang menunjukkan perkembangan positif setelah fase transformasi portofolio ke sektor bisnis hijau melalui akuisisi dan divestasi pada tahun 2025 tanpa mengorbankan performa finansial dan operasional. Fokus Perseroan saat ini adalah memperkuat stabilitas operasional pada lini bisnis pengelolaan limbah, energi terbarukan, dan ekosistem kendaraan listrik.
Pada periode ini, Perseroan berhasil mencatatkan akselerasi pertumbuhan pendapatan konsolidasi yang signifikan. Indikator keuangan utama menunjukkan performa yang solid dengan peningkatan pendapatan konsolidasi sebesar 20,5% dan laba kotor konsolidasi sebesar 46,7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Efisiensi operasional yang semakin membaik terlihat dari posisi arus kas operasional yang sebelumnya negatif US$2,9 juta pada tahun 2025 menjadi positif US$9,9 juta pada tahun 2026. Secara keseluruhan, total kerugian periode berjalan berhasil berkurang lebih dari 83% secara tahunan dari US$58,9 juta ke US$9,5 juta karena tidak berulangnya kerugian dari divestasi entitas PLTU tahun lalu.
Juli Oktarina, Direktur TBS, menyatakan optimismenya, "Hasil yang kami capai di kuartal pertama ini merupakan validasi atas ketepatan arah transformasi perusahaan. Langkah besar akuisisi dan divestasi di tahun 2025 merupakan bentuk penataan ulang portofolio strategis yang terencana dan krusial bagi masa depan Perseroan. Fase transisi ini akan berdampak sementara pada laba kami, tapi transisi ini diperlukan sebagai fondasi agar TBS menjadi platform bisnis berkelanjutan dengan margin tinggi, yang siap memberikan nilai tambah jangka panjang bagi para pemegang saham.
Lini bisnis pengelolaan limbah kini menjadi kontributor utama perusahaan dengan menyumbang 60% dari total pendapatan konsolidasi dan 93% dari total EBITDA Disesuaikan1, didorong oleh pertumbuhan pendapatan segmen yang melonjak signifikan sebesar 447,69% atau 5,5 lipat2, dari US$9,4 juta menjadi US$51,9 juta. Bisnis pengelolaan limbah menunjukkan resiliensi di segala situasi ekonomi. Terlepas dari fluktuasi pasar maupun ketidakpastian global.
Segmen kendaraan listrik melalui Electrum juga menunjukkan tren kenaikan yang kuat, di mana pendapatan dari penjualan dan penyewaan tumbuh hampir 2,5 kali lipat sebesar 137,82% dari US$1,3 juta menjadi US$3,2 juta. Pertumbuhan nilai ini didukung oleh ekspansi operasional yang signifikan, terlihat dari jumlah unit motor listrik yang beroperasi meningkat dari 5.100 unit pada Maret 2025 menjadi 9.082 unit pada Maret 2026.
Di segmen batu bara, TBS memprioritaskan efisiensi dengan menekan biaya operasional tunai sebesar 5,8% menjadi US$42,5 per ton. Langkah optimasi ini terbukti efektif menjaga resiliensi bisnis di tengah fluktuasi harga pasar, sehingga margin laba kotor pertambangan tetap terjaga secara stabil di angka 15,8% pada kuartal pertama ini.
"Capaian pada Q1 2026 ini merupakan bagian dari peta jalan TBS untuk menjadi perusahaan yang lebih berkelanjutan. Dengan posisi kas sebesar US$103,3 juta dan manajemen modal kerja yang disiplin, Perseroan memiliki kapasitas likuiditas yang cukup untuk mendukung rencana pertumbuhan dan target netralitas karbon pada tahun 2030," tutupnya. (end)
