BCA Sekuritas
langid
Berita Harian

ROSAN TARGETKAN "GROUNDBREAKING" PSEL DI 12 KOTA HINGGA AKHIR 2026

Kategori

Ekonomi Bisnis

Terbit Pada

06 October 2026

27844039

IQPlus, (6/10) - Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani menargetkan peletakan batu pertama atau groundbreaking fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) di 12 kota dapat dilakukan sebelum akhir 2026.

"Kami yakin akan ada lagi groundbreaking waste-to-energy di 12 kota berbeda sampai akhir tahun ini," kata Rosan dalam pembukaan Indonesia International Sustainability Forum (ISF) 2026 di Jakarta, Selasa.

Rosan mengatakan, pengembangan tersebut melanjutkan pembangunan fasilitas PSEL yang telah dimulai di Bali, Bekasi, dan Bogor.

Menurut dia, fasilitas pengolahan sampah menjadi energi tersebut juga dikembangkan dengan mengacu pada standar emisi Eropa sebagai bagian dari penerapan prinsip keberlanjutan.

Ia menilai investasi berkelanjutan dibutuhkan agar investasi yang masuk ke Indonesia tidak hanya menghasilkan nilai ekonomi, tetapi juga menciptakan lapangan kerja berkualitas.

"Kita ingin selalu mempunyai investasi yang masuk ke Indonesia itu adalah investasi yang sustainable, yang berkelanjutan dan berkesinambungan. Tentunya ini adalah investasi yang berkualitas," ujarnya.

Ia mengatakan, keberlanjutan saat ini tidak lagi hanya menjadi agenda lingkungan, tetapi juga bagian dari agenda ekonomi, industri, dan investasi nasional.

Pengembangan PSEL sendiri dilaksanakan secara bertahap melalui Danantara Indonesia.

Tiga fasilitas gelombang pertama, yakni Denpasar Raya, Kota Bekasi, dan Bogor Raya, telah ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) dan dikembangkan berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025.

PSEL Bogor Raya 1 yang mulai dibangun pada 17 September 2026, misalnya, memiliki kapasitas pengolahan 1.500 ton sampah per hari dengan nilai investasi Rp2,8 triliun dan ditargetkan beroperasi pada pertengahan 2028. Proyek itu diperkirakan menyerap hingga 1.200 tenaga kerja.

Untuk PSEL tahap kedua, Danantara Investment Management telah menyerahkan Conditional Letter of Award kepada delapan mitra terpilih yang mencakup delapan lokasi di 20 kabupaten/kota.

Studi kelayakan ditargetkan selesai pada pertengahan November 2026, dilanjutkan persiapan proyek hingga peletakan batu pertama yang sebelumnya dijadwalkan pada Desember 2026-Januari 2027.

Pemerintah pada September 2026 juga melaporkan PSEL Kayu Manis, Kota Bogor, yang masuk pengembangan tahap kedua ditargetkan mulai dibangun pada akhir tahun ini setelah penyelesaian studi kelayakan.

Lebih lanjut, Rosan menekankan bahwa pemerintah memandang investasi pada sektor berkelanjutan sebagai salah satu bagian penting dalam membangun ekonomi yang lebih kompetitif sekaligus mempercepat penyelesaian persoalan lingkungan.

"Bagi Indonesia, keberlanjutan bukan hanya agenda lingkungan. Ini adalah agenda ekonomi, agenda industri, dan agenda investasi," ucap dia. (end/ant)