BCA Sekuritas
langid
Berita Harian

RI OPTIMISTIS PADA PENGUATAN HUBUNGAN DAGANG EKONOMI DENGAN BELARUS

Kategori

Ekonomi Bisnis

Terbit Pada

23 September 2026

26533436

IQPlus, (23/9) - Pemerintah Indonesia optimistis hubungan perdagangan dan kerja sama ekonomi dengan Belarus dapat terus diperkuat seiring dengan meningkatnya hubungan bisnis dan kesepakatan antarpelaku usaha kedua negara.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi mengatakan Indonesia dan Belarus memiliki hubungan yang kuat dan produktif selama lebih dari tiga dekade sejak kedua negara menjalin hubungan diplomatik pada 1993.

"Hubungan Indonesia dan Belarus telah dibangun selama lebih dari tiga dekade dengan berlandaskan pada prinsip saling menghormati, saling memahami, dan saling memberikan manfaat," kata Arifah dalam acara resepsi Hari Nasional Belarus di Jakarta, Selasa.

Menurut Arifah, hubungan bilateral kedua negara semakin diterjemahkan ke dalam kerja sama konkret, salah satunya melalui kunjungan kenegaraan Presiden Belarusia Alexander Lukashenko ke Indonesia pada Juli 2026.

Kunjungan tersebut menghasilkan Peta Jalan Penguatan Kerja Sama Indonesia-Belarus 2026-2030 yang mencakup sejumlah bidang, antara lain kesehatan, kebudayaan, industri, ilmu pengetahuan dan teknologi, jasa keuangan, intelijen keuangan, serta akreditasi nasional.

Arifah menilai perekonomian Indonesia dan Belarus memiliki karakter yang saling melengkapi. Belarus memiliki kemampuan di bidang pupuk, mesin pertanian, manufaktur, kendaraan berat, dan teknologi.

Adapun Indonesia memiliki pasar yang besar dan dinamis, basis industri yang terus berkembang, sumber daya yang melimpah, serta akses strategis ke kawasan Asia Tenggara.

"Tugas kita sekarang adalah mengubah komplementaritas ini menjadi nilai ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat kita," katanya.

Ia mengatakan Indonesia menyambut baik peningkatan perdagangan dan kontrak bisnis antara kedua negara, serta semakin kuatnya hubungan antarmasyarakat.

Forum Bisnis Indonesia-Belarus yang digelar bertepatan dengan kunjungan Presiden Lukashenko ke Indonesia beberapa waktu lalu itu menghasilkan 17 nota kesepahaman bisnis antarpelaku usaha atau business-to-business (B2B).

Arifah berharap momentum tersebut dapat mendorong peningkatan investasi dan pembentukan usaha patungan, termasuk di bidang manufaktur, mesin pertanian, agroindustri, perakitan lokal, dan transfer teknologi.

Menurut dia, pemberlakuan perjalanan bebas visa antara Indonesia dan Belarus juga diharapkan dapat meningkatkan hubungan kedua negara di berbagai bidang.

"Kami juga berharap dapat melihat peningkatan pariwisata, pertukaran pendidikan, jejaring profesional, dan hubungan bisnis antara masyarakat kedua negara," katanya.

Arifah menekankan bahwa kerja sama ekonomi pada akhirnya harus memberikan manfaat terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat. (end/ant)

BCA Sekuritas | BCA Sekuritas