RESPONS VOLATILITAS PASAR, GTRA AKUI SEDANG KAJI OPSI PENGUATAN MODAL
Share via
Terbit Pada
29 May 2026
Saham Terkait
Terakhir diperbarui: 18-05-2026, 11:41:am
14854576
IQPlus, (29/5) - Manajemen PT Grahaprima Suksesmandiri Tbk (dengan kode emiten: GTRA) secara resmi menyampaikan klarifikasi atas volatilitas atau fluktuasi transaksi efek perseroan yang terjadi baru-baru ini. Langkah ini diambil guna merespons permintaan penjelasan resmi yang dilayangkan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui surat Nomor S-06375/BEI.PP3/05-2026.
Dalam keterbukaan informasi yang dirilis pada Jumat (29/5/2026), Direktur Utama GTRA, Ronny Senjaya, menegaskan bahwa hingga saat ini perseroan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang belum diungkapkan ke publik yang dapat memengaruhi nilai efek perusahaan maupun keputusan investasi para pemodal.
"Sampai dengan tanggal surat ini, Perseroan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material lain yang belum diungkapkan yang dapat mempengaruhi nilai efek Perseroan atau keputusan investasi pemodal," ujar Ronny dalam surat resmi tersebut.
Rencana Aksi Korporasi dan Aktivitas Pemegang Saham
Kendati memastikan tidak ada fakta material tersembunyi, pihak manajemen mengungkapkan bahwa GTRA saat ini tengah mempertimbangkan beberapa opsi strategis guna memperkuat struktur permodalan perusahaan. Namun, Ronny menggarisbawahi bahwa rencana tersebut masih berada dalam tahap pengkajian dan pembahasan internal, sehingga belum ada keputusan ataupun komitmen final yang diambil.
Pihak perusahaan berjanji akan segera melakukan keterbukaan informasi lebih lanjut kepada publik, BEI, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) jika rencana penguatan modal tersebut telah mendapatkan kepastian hukum.
Di sisi lain, manajemen GTRA juga telah melakukan konfirmasi kepada pemegang saham utama terkait status kepemilikan saham mereka. Hasilnya, hingga akhir Mei 2026 ini, dipastikan belum ada rencana khusus atau aktivitas material dari pemegang saham utama yang belum diumumkan kepada publik. Pihak perseroan juga menyatakan tidak mendeteksi adanya aktivitas mencurigakan dari pemegang saham tertentu yang melanggar regulasi OJK. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
