BCA Sekuritas
    langid
    Berita Harian

    RESPONS EMITEN TAMBANG CITA TERKAIT RENCANA PERATURAN PEMERINTAH EKSPOR SDA

    Terbit Pada

    29 May 2026

    Saham Terkait

    Terakhir diperbarui: 25-05-2026, 04:42:pm

    14839998

    IQPlus, (29/5) - PT Cita Mineral Investindo Tbk (CITA) memberikan tanggapan resmi terkait rencana Pemerintah Republik Indonesia yang akan menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) mengenai Tata Kelola Ekspor Sumber Daya Alam (SDA). Melalui surat tanggapan yang ditujukan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (29/5/2026), manajemen emiten pertambangan ini menyatakan bahwa rencana regulasi tersebut tidak memberikan dampak negatif terhadap kinerja perusahaan.

    Direktur Utama PT Cita Mineral Investindo Tbk, Harry Kesuma Tanoto, menjelaskan bahwa hingga saat ini perseroan masih memantau dan mempelajari perkembangan draf aturan tersebut mengingat regulasinya belum resmi diundangkan. Kendati demikian, CITA menegaskan komitmen penuhnya dalam mendukung kebijakan pemerintah guna mengoptimalkan nilai tambah sektor SDA.

    "Sampai dengan tanggal penyampaian surat ini, Perseroan memastikan bahwa sejauh ini tidak terdapat dampak yang memengaruhi kinerja Perseroan," tulis manajemen CITA dalam keterbukaan informasi.

    Manajemen menjabarkan bahwa nihilnya dampak dari rencana PP tersebut dikarenakan perseroan telah mematuhi ketentuan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (UU Minerba). Sejak kebijakan larangan ekspor bijih bauksit berlaku efektif pada Juni 2023, perseroan telah mengalihkan fokus bisnis utamanya untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik.

    Pasokan bijih bauksit tersebut disalurkan langsung guna memenuhi kebutuhan fasilitas pemurnian (refinery) di dalam negeri. Dengan strategi tersebut, perseroan menilai aktivitas bisnis tetap berjalan stabil di tengah perubahan kebijakan sektor pertambangan.

    Secara rinci, CITA menegaskan tidak terdapat dampak material terhadap kelangsungan usaha dan operasional perusahaan, kondisi keuangan, maupun aspek hukum dan kemitraan. Perseroan memastikan aktivitas operasional tetap berjalan normal, tanpa pengaruh terhadap pendapatan, laba usaha, laba bersih, serta arus kas. Selain itu, tidak terdapat risiko hukum seperti wanprestasi kontrak maupun gangguan terhadap perjanjian dengan pelanggan dan kewajiban dalam perjanjian pembiayaan.

    Strategi Mitigasi dan Komitmen Hilirisasi

    Menghadapi dinamika regulasi ke depan, CITA telah menyiapkan langkah mitigasi strategis. Salah satunya adalah memantau aktif perkembangan regulasi turunan yang akan terbit, seperti Peraturan Menteri Perdagangan dan Peraturan Menteri ESDM. Perseroan juga intens berkoordinasi secara lintas sektoral dengan asosiasi industri pertambangan dan mitra bisnis.

    Sebagai bentuk nyata dukungan terhadap amanat hilirisasi pemerintah, CITA saat ini telah mengoperasikan fasilitas pemurnian bersama mitra strategisnya melalui PT Well Harvest Winning Alumina Refinery. Mengingat aturan ekspor SDA yang baru belum resmi diterbitkan dan posisi perseroan berada dalam kondisi aman, manajemen CITA menyatakan belum memiliki rencana untuk melakukan tindakan korporasi (corporate action) tertentu dalam waktu dekat. (end)