RAAM LUNCURKAN FILM BARU, DIDUKUNG RIGHTS ISSUE DAN EKSPANSI JARINGAN BIOSKOP
Share via
Terbit Pada
22 May 2026
Saham Terkait
Terakhir diperbarui: 18-05-2026, 01:41:pm
14129673
IQPlus, (22/5) - PT Tripar Multivision Plus Tbk (IDX: RAAM) dengan bangga mengumumkan perilisan serentak Gudang Merica, sebuah film horor-komedi yang disutradarai oleh Imam Darto, yang akan tayang di seluruh bioskop di Indonesia mulai 21 Mei 2026. Film ini telah menggelar gala premiere pada 12 Mei 2026 dengan sambutan yang sangat antusias, sehingga menambah satu lagi judul unggulan dalam pipeline produksi RAAM yang terus aktif sepanjang tahun ini.
Film ini berlatar di sebuah rumah sakit tua yang menyimpan banyak rahasia. Segalanya bermula dari penemuan mayat tanpa identitas, dan kejadian-kejadian aneh pun terus berlanjut setelahnya. Imam Darto menyebut proses produksi ini sebagai salah satu yang paling menantang dalam kariernya.
"Jujur, ini adalah salah satu produksi paling berat yang pernah saya jalani," ujar Imam Darto.
"Kami membangun set dari nol selama hampir dua bulan, lalu pada hari syuting ternyata set itu tidak bisa digunakan. Kami harus berpikir ulang di tempat. Kemudian, sebulan setelah syuting selesai, kami kembali hanya untuk mengambil satu shot yang masih kurang. Tapi kalau dipikirpikir, semua tekanan itu justru mendorong kami untuk menghasilkan film yang lebih baik. Bagian terberat dari film seperti ini adalah komedinya harus benar-benar lucu, dan horornya harus benar-benar menakutkan. Tidak ada yang boleh setengah-setengah."
Hal senada disampaikan oleh Raam Punjabi, CEO RAAM yang baru dilantik, yang melihat film ini sebagai cerminan arah kreatif yang tengah dibangun oleh perusahaan.
"Film ini berani menggabungkan horor yang serius dengan komedi absurd yang segar, dan itu bukan hal yang mudah. Kami percaya penonton Indonesia selalu terbuka terhadap pengalaman sinematik baru, dan kami berharap Gudang Merica dapat menghadirkan hiburan yang berkesan sekaligus sesuatu yang benar-benar baru," ujar Raam Punjabi, produser sekaligus pendiri RAAM.
Film ini dibintangi oleh Ardhito Pramono, Fatih Unru, Arla Ailani, Zulfa Maharani, Benedictus Siregar, Rizky Inggar, Melly Manuhutu, Angga Nggok, Bonar Manalu, Rizky Teguh, Aloy, dan Dikta.Film ini merupakan hasil kolaborasi antara RAAM dan Pabrik Cerita, perusahaan yang didirikan oleh Imam Darto dan Warman Nasution pada 2018. Ardhito Pramono juga tampil membawakan dua lagu andalannya secara langsung di hadapan para tamu Gala Premiere.
Perilisan Gudang Merica hadir pada momen yang bermakna bagi RAAM sebagai perusahaan yang tercatat.
Para pemegang saham telah menyetujui penambahan modal melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD), dengan target penerbitan saham baru sebanyak-banyaknya 1.362.724.000 lembar, setara dengan maksimal 20% dari modal ditempatkan dan disetor penuh saat ini. Pemegang saham yang tidak melaksanakan haknya berpotensi mengalami dilusi kepemilikan hingga 16,67%.
Dana hasil rights issue akan dialokasikan ke dua tujuan utama. Pertama, modal kerja untuk membiayai produksi film, web series, dan sinetron, serta biaya pemasaran yang terkait. Kedua, penyertaan modal kepada PT Platinum Sinema, anak usaha dengan kepemilikan 99,99%, untuk mendanai pembangunan dan pengoperasian 50 lokasi baru Platinum Cineplex di seluruh Indonesia. Jaringan bioskop ini saat ini beroperasi di 18 lokasi dengan fokus pada kota-kota Tier 2 dan Tier 3. Penambahan 50 teater baru akan lebih dari menggandakan jejak jaringan yang ada.
Pandangan Perseroan adalah bahwa kepemilikan atas konten sekaligus distribusi akan menciptakan bisnis yang lebih kokoh. Film-film yang diproduksi oleh RAAM ditayangkan di bioskop yang juga dioperasikan oleh RAAM, sebuah dinamika yang meningkatkan imbal hasil bagi kedua pihak secara bersamaan.
"Kami tidak membuat film yang hilang begitu saja setelah masa tayang bioskopnya selesai," ujar Raam Punjabi. "Setiap judul yang kami miliki adalah aset. Ia bisa dilisensikan, diadaptasi, dan didistribusikan di berbagai platform selama bertahun-tahun ke depan. Gudang Merica mencerminkan pendekatan berbasis IP yang sedang kami bangun di RAAM, dan rights issue kami memberikan modal untuk terus menggerakkan pipeline tersebut. Kami mendanai film-filmnya dan membangun layar untuk menayangkannya. Itulah rencana kami untuk tahun ini dan seterusnya."
Rights issue ini ditargetkan selesai dalam waktu 12 bulan setelah persetujuan RUPSLB, sesuai dengan Peraturan OJK (POJK No. 32/2015). Rincian lengkap mengenai penggunaan dana akan disampaikan dalam prospektus yang akan tersedia bagi pemegang saham yang berhak pada waktunya. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
