QRIS ANTARNEGARA RI-KORSEL DILUNCURKAN, DORONG UMKM DAN EKONOMI DIGITAL
Share via
Kategori
Ekonomi Bisnis
Terbit Pada
02 April 2026
09130997
IQPlus, (1/4) - Bank Indonesia dan Bank of Korea resmi meluncurkan konektivitas pembayaran QR Antarnegara Indonesia-Korea Selatan, yang memungkinkan masyarakat Indonesia bertransaksi di Korea Selatan menggunakan QRIS melalui aplikasi domestik1 tanpa perlu menukar valuta asing. Transaksi dilakukan langsung dalam mata uang lokal kedua negara, sehingga lebih efisien dan berbiaya rendah.
Inisiatif ini merupakan bagian dari Joint Vision Statement (JVS) antara Presiden Prabowo dan Presiden Lee Jae Myung yang ditandatangani pada hari ini di Korea Selatan (1/4). Peresmian konektivitas pembayaran QR Antarnegara ini dilakukan oleh Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dan Deputi Gubernur Senior Bank of Korea Sangdai Ryoo, serta ditandai dengan prosesi yang berlangsung secara bersamaan di Indonesia dan Korea Selatan (1/4), yang menandakan bahwa QR antarnegara antara kedua negara telah resmi dapat digunakan.
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan bahwa peresmian ini menjadi langkah penting dalam mewujudkan visi bersama Indonesia dan Korea Selatan untuk membangun sistem pembayaran yang terintegrasi, efisien, dan inklusif sebagai fondasi konektivitas ekonomi digital kedua negara. "Terhubungnya pembayaran QR Antarnegara tidak hanya memudahkan transaksi, tetapi juga memperkuat UMKM, meningkatkan pariwisata, serta membuka peluang baru bagi dunia usaha, sehingga mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan," tutur Gubernur Perry.
Sejalan dengan hal tersebut, Deputi Gubernur Bank of Korea Chang Cheong-soo menyampaikan bahwa peresmian QR Antarnegara Indonesia-Korea Selatan menjadi tonggak penting yang mencerminkan semakin eratnya kerja sama kedua negara, khususnya dalam penguatan ekonomi dan keuangan digital.
"Ke depan, kami berkomitmen untuk terus mendorong kolaborasi yang lebih strategis guna memperkuat integrasi sistem pembayaran dan mendukung konektivitas ekonomi digital yang lebih erat antara Korea dan Indonesia," ujarnya.
Prosesi peresmian di Jakarta diselenggarakan di Bank Indonesia dihadiri oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendarta dan Minister & Deputy Head of Mission KBRI Korea Selatan di Indonesia, Park Soo-deok. Di Seoul, seremoni dilakukan di Bank of Korea dihadiri oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia Aida S. Budiman bersama Deputi Gubernur Bank of Korea Chang Cheong-soo. Keberhasilan implementasi QRIS Antarnegara Indonesia-Korea Selatan merupakan hasil sinergi antara Bank Indonesia, Bank of Korea, ASPI (termasuk penyelenggara infrastruktur sistem pembayaran yang menjadi anggota ASPI2), Korea Financial Telecommunications & Clearings Institute (KFTC), serta lembaga keuangan yang berpartisipasi. Bank Indonesia dan Bank of Korea berkomitmen memastikan sistem pembayaran lintas negara yang aman, andal, dan efisien, guna memperkuat ketahanan keuangan serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Sejak diluncurkan, QRIS telah menjadi pendorong utama transformasi pembayaran digital sekaligus memperkuat kedaulatan ekonomi Indonesia, dengan jumlah pengguna mencapai 60,77 juta hingga Februari 2026. Pemanfaatan QRIS antarnegara juga terus meningkat di berbagai negara mitra. Secara keseluruhan, frekuensi transaksi dari wisatawan asing yang bertransaksi di Indonesia (inbound) lebih tinggi dibandingkan transaksi masyarakat Indonesia di luar negeri (outbound). Pada tahun 2025, transaksi inbound tercatat sebanyak 5.892.621 transaksi, melampaui transaksi outbound yang tercatat 1.681.112 transaksi. Hal ini mencerminkan manfaat positif QRIS antarnegara bagi perekonomian domestik.
Hingga Februari 2026, kerja sama dengan Thailand sejak Agustus 2022 telah mencatat 1,64 juta transaksi dengan nominal sebesar Rp656,27 miliar. Sementara itu, kerja sama dengan Malaysia yang dimulai pada Mei 2023 mencatat volume yang lebih besar, yaitu 10,66 juta transaksi dengan nominal sebesar Rp2,75 triliun. Selanjutnya, QRIS antarnegara dengan Singapura yang diluncurkan pada November 2023 telah mencatat 554.510 transaksi dengan nominal sebesar Rp179,28 miliar. Adapun kerja sama terbaru dengan Jepang sejak Agustus 2025 juga menunjukkan perkembangan yang positif, dengan capaian 5.088 transaksi dengan nominal sebesar Rp428,80 juta.(end)
Riset Terkait
Berita Terkait
