PURBAYA SEBUT PERINGKAT KREDIT DARI S&P PATAHKAN SENTIMEN NEGATIF RI
Share via
Kategori
Ekonomi Bisnis
Terbit Pada
14 July 2026
19446484
IQPlus, (14/7) - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menilai, keputusan Standard & Poor's (S&P) Global Ratings yang kembali mempertahankan peringkat kredit Indonesia membuktikan sejumlah sentimen negatif terhadap perekonomian nasional tidak terbukti.
Sebagaimana diketahui, S&P dalam laporan bertajuk Indonesia Ratings Affirmed At 'BBB/A-2'; Outlook Stable kembali mempertahankan peringkat kredit Indonesia di level BBB untuk jangka panjang dan A-2 untuk jangka pendek dengan outlook stabil.
"Hal yang kita ambil positif dari pernyataan atau rating S&P ini adalah dari awal tahun sampai sekarang kita selalu didera oleh berita negatif, rating kita akan turun, anggaran kita dilakukan secara brutal, dan lain-lain, sehingga ada kesan bahwa peringkat utang kita akan diturunkan, bukan hanya outlook-nya saja," kata Purbaya saat menanggapi pandangan salah satu fraksi dalam Rapat Paripurna DPR Ke-25 Masa Persidangan V di Jakarta, Selasa.
Purbaya mengatakan keputusan S&P mempertahankan peringkat kredit Indonesia menjadi kabar baik sekaligus menunjukkan kepercayaan lembaga pemeringkat internasional terhadap arah kebijakan pemerintah.
"Jadi, pengumuman S&P ini memberikan indikasi yang jelas bahwa memang lembaga internasional yang benar, yang jujur dan prudent dan independent melihat kebijakan kita baik," tutur dia.
Menurut Menkeu, hasil tersebut juga tidak terlepas dari komunikasi yang dilakukan pemerintah bersama DPR RI dengan investor dan lembaga pemeringkat saat kunjungan ke Amerika Serikat (AS) pada April lalu.
"Beberapa bulan lalu, bulan April, kami dan anggaran DPR RI datang ke sana, Pak Misbakhun (Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun), Pak Hekal (Wakil Ketua Komisi XI Mohamad Hekal) ketemu investor dan S&P, dan menggambarkan bahwa di Indonesia tidak sama dengan negara lain," tuturnya.
Ia mengatakan dalam pertemuan tersebut, pemerintah dan DPR menjelaskan bahwa hubungan keduanya berjalan baik sehingga kebijakan yang diambil memiliki kesinambungan.
"DPR dengan Pemerintah adalah satu kesatuan yang baik, sehingga mereka bisa melihat bahwa kebijakan kita adalah kebijakan yang utuh dan betul-betul bertujuan untuk memakmurkan rakyat tanpa melanggar undang-undang yang ada," jelas Bendahara Negara.
Maka dari itu, hasil penilaian S&P memandang kebijakan ekonomi Indonesia berada pada jalur yang tepat.
Ke depan, Purbaya berharap sinergi antara pemerintah dan DPR terus terjaga agar pengelolaan APBN tetap dilakukan secara prudent, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, serta terhindar dari penyimpangan.
Afirmasi peringkat kredit S&P juga bisa menjadi momentum untuk membangun optimisme di kalangan masyarakat, pelaku pasar keuangan, dan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia.
"Saya pikir ke depan dengan berita ini kita bisa mulai lebih berani menceritakan sentimen positif ke masyarakat, ke pasar modal dan lain-lain termasuk rupiah bahwa kita ke depan tinggal maju saja tidak mundur lagi. Jadi, Indonesia tidak Indonesia cemas tapi Indonesia menuju ke Indonesia emas," tuturnya. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
