PUDJIADI AND SONS LEPAS ASET TANAH ANAK USAHA DI BALI SENILAI RP89,8 MILIAR
Share via
Terbit Pada
07 July 2026
Saham Terkait
Terakhir diperbarui: 02-07-2026, 09:51:am
18731495
IQPlus, (7/7) - Emiten perhotelan dan pariwisata, PT Pudjiadi and Sons Tbk, melaporkan transaksi material berupa penjualan aset tetap milik anak usahanya, PT Bali Realtindo Benoa (BRB). Lahan Blok A seluas 23.951 meter persegi tersebut dilepas kepada PT Berkat Benoa Propertindo (BBP) dengan nilai mencapai Rp89.816.250.000,-.BRB merupakan anak perusahaan langsung dengan kepemilikan saham oleh Perseroan sebesar 99,99 persen.
Dalam laporan keterbukaan informasi, Direktur PT Pudjiadi and Sons Tbk, Ariyo Tejo, menyatakan penjualan ini merupakan bagian dari kesepakatan pelepasan tanah yang lebih luas. Rangkaian transaksi mencakup total lahan seluas 42.644 meter persegi sebagaimana diatur dalam Akta No. 16 tanggal 7 Agustus 2025 dan kesepakatan perubahan tanggal 3 Juni 2026.
Secara hukum, pelepasan lahan Blok A ini terbagi ke dalam empat Akta Jual Beli (AJB) tertanggal 6 Juli 2026 yang dibuat di hadapan PPAT Jolanda Imelda Kalalo, S.H., M.Kn.. AJB pertama adalah No. 58 di Kabupaten Badung untuk Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) seluas 11.725 meter persegi. AJB kedua, No. 59 di Kota Denpasar, mencakup SHGB seluas 6.322 meter persegi.
Dua dokumen legalitas berikutnya ditandatangani di Kabupaten Badung, yaitu AJB No. 60 dan No. 61. AJB No. 60 mengikat lahan SHGB dengan luas 5.744 meter persegi. Sementara itu, AJB No. 61 menjadi landasan hukum pemindahtanganan sisa lahan terkecil dalam blok tersebut, yakni berupa SHGB NIB: 22.09.000031654.0 dengan luas 160 meter persegi.
Pihak manajemen memastikan bahwa langkah divestasi aset ini akan membawa dampak positif terhadap struktur keuangan jangka pendek korporasi. Transaksi bernilai puluhan miliar Rupiah tersebut diproyeksikan bakal langsung meningkatkan nilai aset lancar sekaligus memperkuat likuiditas internal PT Pudjiadi and Sons Tbk.
Lebih lanjut, dana segar hasil penjualan tanah di Bali ini nantinya akan dialokasikan ulang untuk ekspansi korporasi. Perusahaan berencana memanfaatkan modal tersebut untuk mendanai proyek investasi baru, serta menjalankan strategi diversifikasi bisnis ke sektor-sektor usaha lain yang dinilai lebih prospektif dan menguntungkan. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
