PTBA TUMBUHKAN EKONOMI HINGGA KEMANDIRIAN MASYARAKAT
Share via
Terbit Pada
05 November 2026
Saham Terkait
Terakhir diperbarui: 02-11-2026, 04:26:pm
30829459
IQPlus, (5/11) - PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA), anggota Holding Industri Pertambangan MIND ID, terus memperkuat pengelolaan Ombilin Mining Site di Kota Sawahlunto, Sumatera Barat. Upaya ini dilakukan melalui optimalisasi aset, pelestarian kawasan bersejarah, serta pemberdayaan masyarakat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang berkelanjutan.
General Manager Ombilin Mining Site PTBA, Yulfaizon, menyampaikan pengelolaan Ombilin tidak hanya berorientasi pada optimalisasi aset dan pengembangan potensi pertambangan, tetapi juga mencakup tanggung jawab perusahaan dalam menjaga nilai sejarah serta memberikan manfaat bagi masyarakat
"Ombilin merupakan aset strategis perusahaan yang memiliki nilai historis penting bagi Indonesia. Karena itu, pengelolaannya perlu dilakukan secara menyeluruh dengan memperhatikan aspek bisnis, pelestarian warisan dunia, dan kebermanfaatan bagi masyarakat. Kami ingin memastikan bahwa potensi yang dimiliki Ombilin dapat terus dikembangkan tanpa mengesampingkan kelestarian kawasan dan lingkungan," jelas Yulfaizon.
Selain menjalankan pengelolaan aset, PTBA juga menghadirkan berbagai program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang berfokus pada pengembangan potensi lokal, penguatan kapasitas masyarakat, serta penciptaan peluang usaha produktif. Salah satu program unggulan adalah pembinaan Kelompok Tani Lebah Madu Galo-Galo Cupiang di Desa Santur, Kecamatan Barangin. Kelompok ini mengembangkan budidaya lebah tanpa sengat yang menghasilkan madu, propolis, dan bee pollen.
"Menariknya, kelompok binaan tersebut turut melibatkan kelompok Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) dalam kegiatan budidaya lebah dan kewirausahaan. Program ini tidak hanya membuka peluang ekonomi, tetapi juga mendorong pemberdayaan masyarakat yang inklusif," terang Yulfaizon.
Kemudian pada sektor peternakan, PTBA membina Kelompok Tani Mutiara di Desa Santur yang mengembangkan usaha sapi dan kambing. Kelompok ini juga menjadi salah satu pelopor pemanfaatan lahan bekas tambang untuk kegiatan produktif, sehingga dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Pemberdayaan ekonomi lokal turut dilakukan melalui pembinaan usaha pertanian kopi yang dikelola Abi. Dukungan PTBA mendorong pengembangan usaha tersebut sekaligus menjadikan Abi sebagai salah satu penggerak ekonomi masyarakat di Sawahlunto. Selanjutnya pada sektor industri kreatif, Perusahaan juga membina usaha tenun Songket Silungkang yang dikembangkan Anita Dona Asri. Program ini menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan warisan budaya lokal sekaligus memperkuat peluang usaha bagi para perajin.
Komitmen terhadap keberlanjutan juga diwujudkan melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Desa Talawi Mudik, Sawahlunto, pada 2019. PLTS berkapasitas 18,7 kilowatt peak (kWp) tersebut dimanfaatkan untuk menggerakkan pompa irigasi yang menyalurkan air ke persawahan masyarakat. Fasilitas ini ditargetkan memberikan manfaat bagi 115 petani beserta 345 anggota keluarganya.
Yulfaizon menambahkan, pemberdayaan masyarakat merupakan bagian penting dari pengelolaan Ombilin agar potensi daerah dapat berkembang dan memberikan manfaat jangka panjang.
"Melalui program TJSL, kami berupaya mendorong masyarakat agar mampu mengembangkan potensi lokal menjadi kegiatan ekonomi produktif. Mulai dari budidaya lebah madu, peternakan, pertanian kopi, hingga industri tenun, seluruhnya memiliki peluang untuk tumbuh dan memberikan nilai tambah. Harapannya, masyarakat semakin mandiri dan manfaat keberadaan PTBA dapat dirasakan secara berkelanjutan," tuturnya.
Yulfaizon menekankan, melalui pengelolaan aset, pelestarian warisan sejarah, hingga pemberdayaan masyarakat, PTBA berupaya menjadikan Ombilin tidak hanya sebagai bagian penting dari sejarah pertambangan nasional dan dunia, tetapi juga kawasan yang terus berkembang dan berkontribusi terhadap pembangunan daerah. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
