BCA Sekuritas
langid
Berita Harian

PTBA PERKUAT DIVERSIFIKASI BANGUN SUMBER PERTUMBUHAN BARU

Terbit Pada

07 September 2026

Saham Terkait

Terakhir diperbarui: 01-09-2026, 09:10:am

25024518

IQPlus, (8/9) - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) terus memperluas portofolio ke sektor energi terbarukan melalui diversifikasi bisnis untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya sekaligus menciptakan sumber pertumbuhan baru di tengah perubahan lanskap energi.

Direktur Hilirisasi dan Diversifikasi Produk PTBA Turino Yulianto mengatakan perseroan secara bertahap mengembangkan portofolio di luar bisnis batu bara melalui hilirisasi, energi terbarukan, serta optimalisasi aset dan lahan pascatambang.

"Kita bertahap pengembangan diversifikasi ini. Kita sudah targetkan dalam empat tahun ke depan, kontribusi dari hilirisasi dan diversifikasi ini sekitar 20 persen dari total pendapatan perseroan," kata Turino dalam webinar Public Expose Live 2026, yang diikuti di Jakarta, Senin.

Dalam bisnis hilirisasi, PTBA bersama mitra strategis terus mengeksplorasi pengembangan dimetil eter (DME) dan metanol, termasuk dari sisi teknologi, keekonomian, hingga skema bisnis.

Untuk proyek coal to DME melalui metanol, PTBA menggandeng mitra dengan Pertamina Group sebagai off-taker. Sementara itu, proyek coal to synthetic natural gas (SNG) juga dikembangkan dengan Pertamina Group, dengan PGN sebagai off-taker.

Kedua proyek tersebut masuk dalam program strategis nasional (PSN) dan saat ini berada dalam orkestrasi Danantara untuk melakukan studi kelayakan bersama dari sisi hulu hingga hilir.

Turino mengatakan proyek coal to DME ditargetkan mulai memasuki tahap konstruksi pada tahun depan. Proyek tersebut diarahkan untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor LPG, sedangkan proyek coal to SNG ditujukan untuk memenuhi kebutuhan gas bagi sektor industri.

"Keduanya ada dalam orkestrasi Danantara karena terkait permodalan dan juga off-taker antar-BUMN. Insya Allah dalam waktu tidak lama lagi, targetnya tahun depan sudah mulai konstruksi," ujarnya.

Selain hilirisasi, PTBA juga mengembangkan produk bernilai tambah lain melalui kalium humat, produk berbasis hasil pengolahan batu bara yang berpotensi mendukung sektor pertanian. Saat ini, perseroan telah memiliki pilot plant kalium humat berkapasitas sekitar 171 ton per tahun dengan target pengembangan kapasitas hingga 10 ribu ton per tahun.

Menurut Turino, hilirisasi menjadi salah satu fokus PTBA untuk meningkatkan nilai tambah dari sumber daya yang dimiliki perseroan. Bisnis batu bara tetap menjadi kekuatan utama PTBA.

Di saat yang sama, perseroan terus mempersiapkan diri menghadapi perubahan lanskap energi dan industri melalui pengembangan portofolio bisnis yang lebih beragam dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan penciptaan nilai.

"PTBA terus mendorong hilirisasi dan diversifikasi bisnis untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya sekaligus membangun sumber pertumbuhan baru," katanya. (end)

BCA Sekuritas | BCA Sekuritas