BCA Sekuritas
langid
Berita Harian

PTBA KUCURKAN Rp33,04 MILIAR UNTUK EKSPLORASI TAMBANG DI KUARTAL III 2026

Terbit Pada

08 October 2026

Saham Terkait

Terakhir diperbarui: 23-07-2026, 02:51:pm

28045888

IQPlus, (8/10) - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mengeluarkan biaya sebesar Rp33,04 miliar untuk kegiatan eksplorasi di Tanjung Enim Mining Site (TEMS) selama periode Juli-September 2026. Biaya tersebut merupakan realisasi unaudited untuk kegiatan eksplorasi yang dilakukan oleh internal PTBA dan kontraktor jasa pengeboran.

Kegiatan eksplorasi di TEMS mencakup pemetaan geologi, pengeboran coring dan open hole, logging geofisika, pengambilan serta pengujian sampel batubara dan batuan, serta monitoring Top of Coal (TOC) dan Bottom of Coal (BOC). Pengeboran dilakukan pada lima IUP, yakni Air Laya, MTB, Banko Barat, Banko Tengah A, dan Banko Tengah B.

Sepanjang kuartal III 2026, PTBA melakukan pengeboran sebanyak 76 titik dengan total kedalaman 19.283 meter di lima IUP tersebut. Pengeboran pre-production ditujukan untuk meningkatkan akurasi model geologi di area rencana operasional tambang, sedangkan pengeboran infill dilakukan untuk memverifikasi sumber daya dan cadangan batubara.

Selain pengeboran, PTBA merealisasikan 1.321 contoan batubara dari inti bor dan front tambang untuk analisis kualitas. Perseroan juga mengambil 222 contoan batuan inti bor untuk pengujian keasaman batuan dan 661 contoan untuk pengujian mekanika batuan. Sementara itu, monitoring pengukuran TOC-BOC Front Tambang terealisasi seluas 728 hektare.

Untuk kegiatan di TEMS, biaya pengeboran tercatat Rp23,58 miliar, pengambilan dan analisis sampel batubara serta batuan Rp8,02 miliar, monitoring TOC-BOC Rp1,11 miliar, serta kegiatan lain-lain terkait eksplorasi dan biaya umum sebesar Rp0,32 miliar.

PTBA juga melakukan eksplorasi di Ombilin Mining Site (OMS). Kegiatan pengeboran di IUP Ombilin mencapai 17 titik dengan total kedalaman 2.647 meter. Kegiatan tersebut ditujukan untuk meningkatkan akurasi model geologi dan memverifikasi sumber daya serta cadangan batubara.

Di IUP Ombilin, PTBA mengeluarkan biaya Rp5,95 miliar untuk kegiatan coring dan open hole serta Rp0,91 miliar untuk pengambilan dan analisis sampel batubara dan batuan. Eksplorasi menghasilkan 92 contoan batubara, 93 contoan batuan inti bor untuk uji keasaman dan 64 contoan batuan inti bor untuk uji mekanika batuan.

Sementara itu, eksplorasi di Peranap Mining Site mencakup pengeboran sebanyak 20 titik dengan total kedalaman 1.490 meter. Pengeboran dilakukan untuk meningkatkan akurasi model geologi dan memverifikasi sumber daya serta cadangan batubara di IUP Peranap.

Untuk kegiatan di Peranap, biaya coring dan open hole tercatat Rp1,66 miliar, sedangkan pengambilan dan analisis sampel batubara serta batuan sebesar Rp1,30 miliar. Eksplorasi menghasilkan 161 contoan batubara, 110 contoan batuan inti bor untuk uji keasaman dan 56 contoan batuan inti bor untuk uji mekanika batuan.

PTBA menyatakan kegiatan eksplorasi tersebut akan dilanjutkan pada kuartal IV 2026 dan sepanjang 2026 sesuai dengan rencana tindak lanjut masing-masing wilayah. Adapun kegiatan eksplorasi pada area pertambangan PT Internasional Prima Coal (IPC), yang merupakan entitas PTBA, untuk periode 2026 direncanakan dilaksanakan pada 2027. (end)