BCA Sekuritas
langid
Berita Harian

PT TIMAH PERKUAT SISTEM MANAJEMEN PENGAMANAN OBVITNAS

Terbit Pada

28 September 2026

Saham Terkait

Terakhir diperbarui: 15-09-2026, 09:20:am

27056173

IQPlus, (28/9) - PT TIMAH (Persero) Tbk memperkuat Sistem Manajemen Pengamanan (SMP) sebagai bagian dari upaya memastikan kegiatan operasional perusahaan sebagai Objek Vital Nasional (Obvitnas) berjalan aman, tertib, efektif, dan berkelanjutan.

Penguatan tersebut dilakukan melalui Pembinaan Teknis Sistem Manajemen Pengamanan Objek Vital Nasional PT TIMAH (Persero) Tbk bersama jajaran Kepolisian Daerah Kepulauan Bangka Belitung.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wakil Kepala Kepolisian Daerah Kepulauan Bangka Belitung Brigjen Pol Murry Mirranda, Direktur Operasi PT TIMAH (Persero) Handy Geniardi, Ketua Tim Bimtek Persamaan Presepsi Tentang Sistem Manajemen Pengamanan Berdasarkan Perpol No.7/2019, Kombes Pol Norul Hidayat dan kepala Divisi di PT TIMAH di Ruang Rapat PT TIMAH, Senin (28/9/2026).

Direktur Operasi PT TIMAH (Persero) Tbk, Handy Geniardi, mengatakan, PT TIMAH memiliki tanggung jawab untuk memastikan seluruh kegiatan operasional perusahaan dapat berjalan dengan aman, tertib, efektif, dan berkelanjutan.

"Pengamanan bukan hanya tanggung jawab satu unit atau satu unsur, tetapi merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan komitmen, koordinasi, dan kesamaan pemahaman," katanya.

Menurutnya, sistem Manajemen Pengamanan tidak boleh hanya berorientasi pada respons ketika terjadi gangguan. Menurutnya, lebih penting adalah mampu mencegah, meningkatkan kesiapsiagaan, merespons secara tepat, dan melakukan evaluasi secara berkelanjutan.

Melalui pembinaan teknis ini diharapkan dapat menyamakan persepsi, meningkatkan kompetensi, sekaligus memastikan sistem pengamanan yang telah dibangun dapat diterapkan secara konsisten di seluruh wilayah kerja PT TIMAH (Persero) Tbk, baik Area Bangka, Belitung, maupun Kundur.

"Saya berharap kegiatan ini tidak berhenti pada pemahaman secara konseptual, tetapi menghasilkan langkah nyata dan perbaikan yang dapat langsung diimplementasikan di masing-masing unit kerja,"

Menurut Handy, proses bisnis perusahaan semakin dinamis membuat sistem pengamanan perusahaan perlu terus beradaptasi. Karena itu, penerapan SMP diarahkan agar semakin kuat, terintegrasi, terukur, dan mampu mengantisipasi berbagai potensi risiko.

"Sinergi antara PT TIMAH (Persero) Tbk dan jajaran Kepolisian menjadi bagian penting untuk memastikan perlindungan terhadap personel, aset, fasilitas, informasi, dan seluruh kegiatan operasional perusahaan. Dengan sinergi dan komitmen bersama, Sistem Manajemen Pengamanan PT TIMAH (Persero) Tbk dapat semakin efektif dalam menciptakan kondisi yang aman dan kondusif, sehingga perusahaan dapat menjalankan operasional secara optimal dan memberikan kontribusi bagi perusahaan, masyarakat, dan kepentingan nasional," katanya.

Wakapolda Kepulauan Bangka Belitung Brigjen Pol Murry Mirranda, menekan pentingnya penguatan manajemen risiko dalam penerapan Sistem Manajemen Pengamanan PT TIMAH. Menurutnya, sistem pengamanan harus dipahami dan diterapkan oleh seluruh organisasi, bukan hanya oleh divisi yang secara khusus menangani pengamanan.

Penerapan manajemen risiko juga dinilai penting untuk memetakan potensi kerawanan, termasuk yang berkaitan dengan wilayah IUP dan dinamika sosial masyarakat di sekitar kegiatan perusahaan.

Menurutnya, Pembinaan teknis ini memiliki beberapa tujuan diantaranya untuk mengubah paradigma dari menjaga tapi mengelola risiko keamanan itu, menyamakan presepsi seluruh lini tentang sistem manajemen, mempersiapkan PT TIMAH menghadapi audit Sistem Manajemen Pengamanan yang mencakup komitemn dan kebijakan.

Kemudian untuk mencegah gangguan sebelum gangguan hukum, melindungi 4 aset utama, Pertama people, yang kedua aset, yang ketiga information, dan keempat adalah operasi. Memperkuat sinergi PT TIMAH, Polri, TNI, Bakamla, Pemda, dan masyarakat dan mendukung keberlanjutan bisnis dan keberlanjutan publik.

"Bimtek sistem manajemen pengamanan bukan sekedar bagaimana PT TIMAH menjaga aset setelah muncul ancaman, tetapi bagaimana perusahaan mengenali risiko lebih awal, mencegah gangguan sebelum terjadi, merespon secara cepat ketika terjadi insiden, serta menjadikan keamanan sebagai budaya seluruh organisasi," ucapnya.

Ketua Tim Bimtek dan Persamaan Persepsi tentang Sistem Manajemen Pengamanan Berdasarkan Perpol Nomor 7 Tahun 2019, Kombes Pol Norul Hidayat, mengatakan pihak kepolisian siap membantu PT TIMAH dalam membangun sistem manajemen pengamanan yang dapat dijalankan secara mandiri oleh perusahaan.

"Penguatan SMP penting dilakukan seiring dengan perkembangan potensi ancaman terhadap kegiatan operasional perusahaan. Karena itu, pendekatan pengamanan perlu bergeser dari sekadar menjaga menjadi mengelola risiko keamanan secara menyeluruh," katanya.

Sebelumnya, PT TIMAH (Persero) Tbk menjalin kerja sama dengan Polda Babel melalui Kerja Sama (PKS) tentang bantuan pengamanan, penertiban aset, dan penegakan hukum dalam rangka mendukung operasional di lingkungan PT TIMAH. (end)