PRUDENTIAL SYARIAH PERKUAT LITERASI KEUANGAN SYARIAH BAGI UMKM DAERAH
Share via
Kategori
Ekonomi Bisnis
Terbit Pada
13 October 2026
28552746
IQPlus, (13/10) - PT Prudential Syariah bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat literasi dan inklusi keuangan syariah, khususnya bagi masyarakat usia produktif, termasuk pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di daerah.
Chief Customer Marketing Officer Prudential Syariah Vivin Arbianti Gautama mengatakan sejalan dengan upaya OJK dalam memperkuat tingkat pemahaman masyarakat terhadap keuangan syariah, kolaborasi tersebut terus diperluas terutama di daerah-daerah luar Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi).
"Upaya seperti ini terus kami lakukan karena masih terdapat kesenjangan antara tingkat pemahaman masyarakat terhadap keuangan syariah," ujar dia dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.
Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 yang dilakukan oleh OJK, indeks literasi keuangan syariah tercatat sebesar 43,07 persen, sementara indeks inklusinya mencapai 13,24 persen.
Oleh karena itu pihaknya berupaya memperluas akses serta mendorong penggunaan layanan keuangan syariah untuk memperkuat literasi dan inklusi keuangan syariah, khususnya bagi masyarakat usia produktif, termasuk pelaku UMKM.
Salah satu upaya tersebut, yakni dengan menggelar Syariah Financial Fair (SYAFIF) pada 9 -11 Oktober di Masjid Baiturrahman, Banda Aceh.
Menurut Vivin, Aceh menjadi pilihan berikutnya karena adanya ekosistem keuangan syariah yang kuat dan masyarakat yang lekat dengan nilai-nilai Islam di wilayah tersebut yang sejalan dengan nilai-nilai di Prudential Syariah.
Ajang tersebut menghadirkan pameran jasa keuangan syariah, edukasi terkait literasi dan keuangan syariah, juga menyediakan area khusus UMKM yang diisi oleh 39 stan pelaku usaha lokal.
Kehadiran UMKM berdampingan dengan Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) syariah, lanjut dia membuka kesempatan bagi pelaku usaha untuk mengenal lebih dekat layanan keuangan syariah dan memahami manfaatnya bagi keberlanjutan bisnis.
Dengan demikian, pelaku UMKM diharapkan dapat semakin memahami pentingnya perlindungan dalam menjaga keberlangsungan usaha dan kesejahteraan keluarga ketika menghadapi risiko yang tidak terduga
"Hal ini sejalan dengan komitmen perusahaan dalam mendorong UMKM sebagai tulang punggung ekonomi lokal sekaligus keluarga agar dapat terus berkembang dengan perlindungan jiwa dan kesehatan yang sesuai kebutuhan," katanya. (end/ant)
Riset Terkait
Berita Terkait
