BCA Sekuritas
langid
Berita Harian

PRUDENTIAL : LITERASI KEUANGAN HARUS BERKEMBANG SEIRING AKSES TEKNOLOGI

Kategori

Ekonomi Bisnis

Terbit Pada

23 September 2026

26550123

IQPlus, (23/9) - PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) mengatakan literasi keuangan perlu berkembang melampaui pemahaman dasar mengenai pengelolaan uang seiring dengan kemudahan akses teknologi yang semakin cepat.

"Kemudahan akses terhadap layanan keuangan dan teknologi harus diikuti kemampuan untuk memahami manfaat, mengenali risiko, dan menilai informasi secara kritis," kata Chief Customer & Marketing Officer Prudential Indonesia Karin Zulkarnaen dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.

Karin mengatakan, kemudahan akses layanan keuangan digital saat ini belum diimbangi oleh pemahaman finansial yang memadai.

Data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) menunjukkan bahwa tingkat literasi perasuransian masyarakat baru mencapai 45,45 persen (SNLIK 2025).

Kesenjangan serupa terlihat pada kelompok usia 15 hingga 17 tahun (SNLIK 2026), dengan inklusi keuangan telah melesat hingga 89,13 persen, namun literasinya baru berada di angka 56,04 persen.

Karin mengatakan, angka-angka ini menunjukkan pesatnya aksesibilitas finansial yang belum disertai pemahaman mendalam mengenai risiko serta perlindungan keuangan (financial protection).

Di saat yang sama, 80 persen pengguna internet di Indonesia telah berinteraksi dengan kecerdasan buatan (AI) setiap hari.

Tingginya adopsi ini menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis, memverifikasi informasi, serta menggunakan teknologi secara aman menjadi semakin penting, termasuk ketika masyarakat mempertimbangkan berbagai keputusan keuangan.

Menjawab tantangan itu, Prudential Indonesia bersama GreatNusa menghadirkan program "Smart Money, Healthy Life", sebuah inisiatif edukasi yang mengintegrasikan literasi keuangan, literasi asuransi, dan pemahaman teknologi digital untuk membekali masyarakat usia produktif agar mampu mengambil keputusan finansial yang lebih bijak dan membangun ketahanan keuangan jangka panjang.

"Melalui kolaborasi dengan GreatNusa, kami ingin semakin banyak masyarakat memiliki kepercayaan diri untuk mengambil keputusan finansial yang sesuai dengan kebutuhan dan tujuan hidup mereka," ujar Karin. (end/ant)