BCA Sekuritas
    langid
    Berita Harian

    PRODUKSI OPEC+ SEPAKAT DITINGKATKAN

    Kategori

    Komoditi

    Terbit Pada

    08 June 2026

    15826361

    IQPlus, (8/6) - Kartel negara-negara penghasil minyak berpengaruh yang dikenal sebagai OPEC+ pada hari Minggu (7 Juni) sepakat untuk meningkatkan produksi sebesar 188.000 barel per hari pada bulan Juli karena AS dan Iran berjuang untuk mencapai kesepakatan guna mengakhiri perang dan membuka kembali sepenuhnya Selat Hormuz.

    Langkah ini merupakan janji terbaru dalam beberapa bulan terakhir oleh kelompok tersebut untuk meningkatkan produksi. Dalam kondisi normal, peningkatan produksi oleh negara-negara OPEC+ akan membantu menurunkan harga. Namun, penutupan efektif selat tersebut telah membuat sebagian besar pasokan minyak harian dunia terhenti, sehingga peningkatan tersebut sebagian besar bersifat simbolis.

    "Negara-negara akan terus memantau dan menilai kondisi pasar dengan cermat," kata konsorsium negara-negara penghasil minyak dalam sebuah pernyataan, dan mencatat "pentingnya mengadopsi pendekatan yang hati-hati." Keputusan tersebut menyusul pertemuan yang dilakukan secara daring oleh negara-negara OPEC+, yang meliputi Aljazair, Irak, Kazakhstan, Kuwait, Oman, Rusia, dan Arab Saudi.

    Perang di Timur Tengah, yang dimulai dengan serangan AS-Israel terhadap Iran pada 28 Februari, diikuti oleh penutupan selat oleh Iran sebagai balasan, telah menyebabkan harga minyak dan gas melonjak, memicu kekhawatiran global akan inflasi, dan membuat negara-negara berebut pasokan energi alternatif.

    Kapal-kapal yang melintasi selat tersebut, jalur sempit menuju Teluk Persia di perbatasan selatan Iran, telah mengangkut sekitar seperlima pasokan energi dunia sebelum perang. Sebagai respons terhadap penutupan jalur air tersebut, Arab Saudi, Irak, Uni Emirat Arab, dan Kuwait terpaksa mengurangi produksi minyak mentah.

    Pada bulan Mei, UEA memutuskan untuk keluar dari OPEC, yang merupakan pukulan telak bagi kartel minyak yang dipimpin Arab Saudi. (end/NYTIMES)