PPLI NILAI PERLU MITIGASI DAMPAK KEMARAU LEWAT PENGUATAN LOGISTIK
Share via
Kategori
Ekonomi Bisnis
Terbit Pada
12 August 2026
22342161
IQPlus, (12/8) - Perkumpulan Pelaku Logistik Indonesia (PPLI) menilai perlu dilakukan mitigasi dampak kemarau terhadap pasokan dan harga produk hortikultura secara terpadu melalui penguatan logistik distribusi, data produksi, teknologi pascapanen hingga infrastruktur rantai dingin.
Kepala Bidang Rantai Dingin PPLI Tejo Mulyono mengatakan cuaca ekstrem dapat mengurangi produksi ketika menyebabkan kegagalan panen sehingga berdampak terhadap ketersediaan produk hortikultura.
"Saat cuaca ekstrem, tentu saja ada kekurangan supply karena gagal panen, secara agregat tingkat produksi nasional akan menurun bila terjadi cuaca ekstrem,"kata Tejo di Jakarta, Rabu.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak kemarau berlangsung pada Juli-September 2026, dengan cakupan terbesar pada Agustus yang meliputi 369 zona musim atau 48,84 persen luas daratan Indonesia.
Menurut Tejo, penguatan rantai dingin atau cold chain dapat membantu menjaga kualitas dan memperpanjang masa simpan produk hortikultura setelah dipanen, meski bukan satu-satunya faktor penentu stabilitas harga.
"Pembangunan cold chain berperan hanya pada menjaga kualitas produk dan daya simpan yang lama,"ujarnya. (end/ant)
Riset Terkait
Berita Terkait
