BCA Sekuritas
    langid
    Berita Harian

    PMUI TARGETKAN EKSPANSI AREA DAN EFISIENSI BIAYA DALAM STRATEGI 2026

    Terbit Pada

    06 May 2026

    Saham Terkait

    Terakhir diperbarui: 10-04-2026, 03:11:pm

    12551857

    IQPlus, (6/5) - PT Prima Multi Usaha Indonesia Tbk (PMUI) secara resmi menyampaikan materi rencana Public Expose tahunan untuk tahun buku 2025 kepada Bursa Efek Indonesia (BEI). Langkah ini merupakan bentuk pematuhan terhadap kewajiban penyampaian informasi bagi perusahaan tercatat, sebagaimana diatur dalam Surat Keputusan Direksi BEI.

    Dalam pemaparannya, PMUI mencatatkan sejumlah tonggak sejarah penting sepanjang tahun 2025. Beberapa di antaranya adalah akuisisi 70,67% saham PT Graha Prima Mentari Tbk pada Maret 2025, pelaksanaan Penawaran Umum Perdana (IPO) di Bursa Efek Indonesia pada Juli 2025, serta perolehan berbagai penghargaan bergengsi bagi perusahaan dan direksi.

    Berdasarkan laporan kinerja keuangan tahun 2025, PMUI mencatatkan pertumbuhan positif pada posisi keuangan dengan total aset meningkat dari Rp458,1 miliar pada 2024 menjadi Rp550,3 miliar pada 2025. Total ekuitas juga melonjak signifikan dari Rp211,1 miliar menjadi Rp453,2 miliar, sementara liabilitas berhasil ditekan secara substansial dari Rp247,0 miliar menjadi Rp97,1 miliar.

    Meski posisi aset dan ekuitas menguat, perseroan mencatatkan penurunan tipis pada performa laba-rugi. Penjualan berada di angka Rp3,83 triliun, sedikit terkoreksi dari Rp3,89 triliun pada 2024. Hal ini berdampak pada laba bersih tahun berjalan yang tercatat sebesar Rp38,9 miliar, dibandingkan Rp53,8 miliar pada periode sebelumnya.

    Strategi dan Jangkauan Operasional 2026

    Menghadapi tahun 2026, manajemen PMUI telah menetapkan tiga pilar strategi utama untuk menjaga keberlangsungan bisnis, yakni penguatan Sumber Daya Manusia (SDM), perluasan area, dan efisiensi biaya (cost efficiency).

    Saat ini, jangkauan operasional PMUI telah tersebar di berbagai penjuru Indonesia dengan total 93 area operasional. Wilayah dengan konsentrasi terbesar meliputi Jawa Tengah dengan 23 area, Jawa Barat 15 area, dan Riau sebanyak 11 area.

    Perseroan juga memiliki kehadiran yang kuat di wilayah Kalimantan dan Sulawesi, yang menjadi modal penting bagi rencana ekspansi mendatang. Rencana kegiatan Public Expose ini dijadwalkan akan memberikan gambaran lebih mendalam kepada investor mengenai optimisme perseroan dalam menavigasi tantangan pasar di masa depan. (end)