BCA Sekuritas
    langid
    Berita Harian

    PMUI BIDIK PERTUMBUHAN KINERJA MINIMAL 10 PERSEN DI TAHUN 2026

    Terbit Pada

    18 May 2026

    Saham Terkait

    Terakhir diperbarui: 10-04-2026, 03:11:pm

    13756811

    IQPlus, (18/5) - Emiten yang bergerak di sektor telekomunikasi, PT Prima Multi Usaha Indonesia Tbk (PMUI), menetapkan target optimistis untuk tahun buku 2026. Setelah resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Juli 2025 lalu , Perseroan membidik pertumbuhan penjualan dan laba bersih minimal sebesar 10 persen hingga akhir tahun 2026.

    Dalam gelaran Public Expose Live 2026 yang dilaksanakan secara virtual , Direktur Utama PMUI, Agus Susanto, mengungkapkan bahwa salah satu faktor pendorong utama ( growth driver) kinerja Perseroan tahun ini adalah aksi korporasi di tingkat pengelola jaringan (prinsipal), yakni mergernya XL dan Smartfren.

    "Faktor pendorong kinerja saat ini adalah dampak dari mergernya XL dan Smartfren," jelas manajemen PMUI dalam pemaparannya. Integrasi kedua operator tersebut dinilai berpotensi meningkatkan pendapatan operasional karena variasi produk yang dipasarkan oleh PMUI kini menjadi lebih beragam.

    Sinyal Positif dari Realisasi Kuartal I-2026 Target pertumbuhan dua digit tersebut dinilai realistis mengingat performa awal tahun Perseroan menunjukkan grafik yang impresif. Berdasarkan laporan keuangan Kuartal I-2026 yang telah diterbitkan, PMUI membukukan pertumbuhan penjualan sekitar 23 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

    Tidak hanya itu, performa bottom line perusahaan juga melonjak tajam. Laba bersih PMUI pada Kuartal I-2026 melesat hingga 80 persen jika disandingkan dengan capaian Kuartal I-2025. Realisasi ini memperkuat keyakinan manajemen bahwa jalannya bisnis saat ini sudah berada di jalur yang sejalan dengan target tahunan.

    Strategi Ekspansi dan Diversifikasi

    Guna mengawal pertumbuhan yang berkelanjutan di tengah ketatnya persaingan industri, PMUI menyiapkan sejumlah strategi taktis. Perusahaan yang saat ini mengoperasikan 93 area operasional di berbagai provinsi di Indonesia ini akan terus menambah cakupan wilayah distribusi baru guna memperluas jangkauan pasar dan mengamankan pemenuhan indikator kinerja utama (KPI) dari prinsipal.

    Meskipun sektor telekomunikasi masih menjadi tulang punggung dan dominasi pendapatan utama perusahaan, PMUI juga mulai melirik peluang baru untuk memperkuat fundamental keuangannya. Sebagai bagian dari strategi diversifikasi bisnis jangka panjang, manajemen memaparkan bahwa saat ini Perseroan tengah berada dalam proses untuk merambah dan membuka bisnis baru di bidang perhotelan. Langkah diversifikasi dan ekspansi area ini diharapkan dapat memitigasi adanya perubahan skema perhitungan dari prinsipal di masa mendatang yang sempat menekan margin laba bersih Perseroan pada tahun buku 2025 lalu. (end)