BCA Sekuritas
langid
Berita Harian

PLN EPI PERLUAS PEMANFAATAN BIOMASSA UNTUK PERCEPAT TRANSISI ENERGI

Kategori

Ekonomi Bisnis

Terbit Pada

29 September 2026

27151637

IQPlus, (29/9) - PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) memperluas pemanfaatan biomassa tidak hanya sebagai bahan bakar pembangkit listrik, tetapi juga bahan baku pengembangan compressed biomethane gas (bio-CNG) dan hidrogen hijau untuk mempercepat transisi energi.

Direktur Biomassa PLN EPI Hokkop Situngkir, dalam keterangannya di Jakarta, Selasa, mengatakan pengembangan biomassa merupakan bagian dari strategi PLN Group dalam memperbesar pemanfaatan energi terbarukan sekaligus membangun rantai nilai bioenergi yang lebih luas.

"Pada dasarnya, konsepnya adalah cofiring pembangkit. Bahan-bahan hayati kita kumpulkan, kita ambil, kemudian kita deploy ke pembangkit milik kita," katanya.

Menurut dia, PLTU menjadi salah satu pembangkit yang paling siap memanfaatkan biomassa karena karakteristik bahan bakarnya dapat diolah untuk menggantikan sebagian penggunaan batu bara.

Namun, pemanfaatan biomassa tidak berhenti pada substitusi batu bara, melainkan terus dikembangkan menjadi berbagai produk energi terbarukan.

"Perjuangannya masih panjang sampai 2030. Kita sudah agendakan pemanfaatan biomassa di PLN," ujar Hokkop.

Salah satu pengembangan tersebut diwujudkan melalui penandatanganan nota kesepahaman antara PLN EPI, PT Gagas Energi Indonesia (PGN Gagas), dan PT Kis Biofuels Indonesia mengenai pengembangan bio-CNG dan/atau gas berbasis biomassa.

Kerja sama ini memanfaatkan limbah organik, seperti palm oil mill effluent (POME) dan limbah peternakan, sebagai bahan baku untuk menghasilkan biometana yang selanjutnya diolah menjadi bio-CNG.

Dalam ekosistem tersebut, PGN Gagas berperan sebagai off-taker produk bio-CNG.

Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Biomassa PLN EPI Hokkop Situngkir, Santiaji Gunawan selaku Direktur Utama PGN Gagas, serta KR Ragunath Kandikeri selaku Direktur PT Kis Biofuels Indonesia.

"Metananya kita ambil, kemudian kita ciptakan reaktor dan segalanya. Tentunya, dengan kerja sama dengan pihak teknologi, baru nanti kita bisa bertransaksi dengan PT Gagas," kata Hokkop.

Selain bio-CNG, PLN EPI juga mendorong pengembangan biomassa sebagai bagian dari ekosistem hidrogen hijau.

PLN EPI menandatangani Nota Kesepahaman tentang Pengembangan Ekosistem Hidrogen Hijau Berbasis Biomassa di Indonesia bersama CISRI HY&POR Technology Co Ltd dan PT Pupuk Kujang Cikampek yang ditandatangani Direktur Biomassa PLN EPI, Gu Hu selaku General Manager CISRI HY&POR Technology, serta Panji Winanteya Ruky selaku Direktur Utama Pupuk Kujang Cikampek.

Hokkop menjelaskan pengembangan tersebut memanfaatkan proses pengolahan biomassa untuk menghasilkan gas yang selanjutnya dapat dikembangkan menjadi sumber hidrogen.

"Kita tahu kalau biomassa sudah digasifikasi, tentu ada hidrogen yang lepas di situ. Itu ditangkap dan akan dipakai oleh Pupuk Kujang sebagai off-taker," ujarnya.

Hokkop menilai keberadaan off-taker menjadi faktor penting agar pengembangan bioenergi tidak berhenti pada tahap produksi, tetapi mampu membangun ekosistem industri yang berkelanjutan.

"Harapan kita, dua kerja sama ini bisa memperbesar bioenergi dan mempercepat cita-cita yang sudah dicanangkan dalam Permen ESDM dan juga secara internal di PLN Group," kata dia. (end/ant)

BCA Sekuritas | BCA Sekuritas