BCA Sekuritas
langid
Berita Harian

PLN EPI PERKUAT KOMPETENSI SDM PERUSAHAAN HADAPI DINAMIKA PASAR LNG

Kategori

Ekonomi Bisnis

Terbit Pada

22 July 2026

20232705

IQPlus, (22/7) - PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) terus memperkuat kompetensi dan wawasan strategis sumber daya manusia (SDM) insan perusahaan dalam menghadapi dinamika pasar LNG global.

Plh Direktur Utama PLN EPI Rakhmad Dewanto dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, mengatakan isu energi saat ini telah berkembang jauh melampaui persoalan keseimbangan antara pasokan dan permintaan.

Menurut dia, perubahan geopolitik, gangguan rantai pasok global, percepatan transisi energi, hingga perubahan pola konsumsi dunia telah menciptakan tantangan baru yang menuntut perusahaan memiliki kemampuan membaca arah pasar secara lebih adaptif dan strategis.

Rakhmad menambahkan sebagai subholding PT PLN (Persero), yang bertanggung jawab menjaga keandalan pasokan energi primer nasional, PLN EPI perlu terus memperkuat kapasitas SDM-nya agar mampu mengantisipasi berbagai potensi gangguan, sekaligus memahami respons pasar terhadap perubahan global.

"Pemahaman terhadap perkembangan pasar global, termasuk potensi disruption dan market response, menjadi sangat penting agar kita dapat mengambil keputusan yang tepat, cepat, dan berkelanjutan," katanya menjelaskan.

Terkait dengan penguatan SDM tersebut, Sekretaris Perusahaan PLN EPI Mamit Setiawan mengatakan pihaknya menyelenggarakan kegiatan pelatihan "Exclusive LNG Market Briefing" bertajuk "Global LNG Disruption, Market Response & Indonesia Outlook".

Kegiatan yang diselenggarakan Direktorat Gas dan BBM PLN EPI ini menjadi bagian dari upaya perusahaan membangun kapabilitas SDM agar mampu memahami perkembangan pasar LNG dan gas bumi sebagai dasar pengambilan keputusan strategis dalam menjaga keandalan pasokan energi primer nasional.

Senior Principal Analyst for Gas and LNG South and Southeast Asia S&P Global Commodity Insights Johan Utama, dalam paparannya saat pelatihan, menjelaskan dinamika geopolitik global, khususnya di kawasan Timur Tengah dan potensi gangguan distribusi melalui Selat Hormuz, masih menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi volatilitas pasar LNG dunia.

"Selain itu, mekanisme demand curtailment, fuel switching, serta keseimbangan pasokan dan permintaan LNG global akan sangat menentukan arah pasar energi dalam beberapa tahun ke depan," ujar dia.

Di sisi lain, menurut Johan, Indonesia memiliki prospek peningkatan permintaan gas bumi yang signifikan seiring pertumbuhan kebutuhan listrik dan transisi menuju bauran energi yang lebih bersih.

Rakhmad pun berharap sesi ini tidak hanya menjadi forum berbagi pengetahuan, tetapi juga mampu memperkuat cara berpikir strategis sebagai insan PLN EPI dalam menghadapi masa depan energi yang semakin kompleks. (end/ant)