PLN CATAT PENDAPATAN Rp582,68 TRILIUN PADA 2025
Share via
Kategori
Ekonomi Bisnis
Terbit Pada
20 May 2026
13947908
IQPlus, (20/5) - PT PLN (Persero) mencatatkan pendapatan tahun 2025 sebesar Rp582,68 triliun atau tumbuh 6,84 persen dibandingkan tahun 2024 sebesar Rp545,38 triliun, di tengah dinamika dan ketidakpastian ekonomi global serta bencana alam yang berlangsung di tahun 2025.
"Capaian ini merupakan wujud keberhasilan Pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi dan energi nasional di tengah dinamika global. Stabilitas ini menjadi fondasi penting bagi PLN untuk terus menjaga kinerja perusahaan sekaligus memastikan kebutuhan listrik masyarakat dan dunia usaha terpenuhi secara andal," ujar Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo dalam keterangan resminya Rabu.
Kinerja positif tersebut didorong oleh pertumbuhan penjualan tenaga listrik serta percepatan penyambungan pelanggan di berbagai wilayah Indonesia, sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam mendorong pemerataan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui akses energi yang lebih merata.
Darmawan menyampaikan bahwa kinerja positif PLN pada tahun 2025 tidak terlepas dari keberhasilan Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kementerian Keuangan, dan Danantara Indonesia dalam menjaga daya tahan ekonomi dan energi nasional di tengah tekanan global.
Kondisi tersebut turut mendorong aktivitas masyarakat dan dunia usaha tetap tumbuh, sehingga kebutuhan listrik nasional terus meningkat.
Sepanjang tahun 2025, penjualan tenaga listrik PLN tercatat mencapai 317,69 Terawatt hour (TWh), meningkat 3,75 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 306,21 TWh.
Sedangkan dari sisi pertumbuhan daya tersambung pelanggan tercatat mencapai 192.621 Megavolt Ampere (MVA), tumbuh 5,82 persen dibandingkan tahun 2024 sebesar 182.026 MVA.
Selain itu, penyambungan pelanggan juga turut mengalami pertumbuhan signifikan. Jumlah pelanggan PLN bertambah 3,3 juta menjadi 96,2 juta pelanggan pada 2025. Sehingga, pendapatan penyambungan pelanggan pada tahun 2025 mencapai Rp2,24 triliun, meningkat 28,4 persen dibandingkan tahun 2024.
Peningkatan penyambungan pelanggan tersebut menjadi indikator tumbuhnya aktivitas ekonomi masyarakat dan dunia usaha, sekaligus mencerminkan semakin luasnya akses masyarakat terhadap energi listrik.
Pertumbuhan tersebut tidak hanya didorong dari penyambungan reguler, tetapi juga diperkuat melalui program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) dari Kementerian ESDM yang menjangkau masyarakat sampai pelosok. (end/ant)
Riset Terkait
Berita Terkait
