PHE EKSPLORASI SUMUR MIGAS KALIMANTAN
Share via
Kategori
Ekonomi Bisnis
Terbit Pada
14 October 2026
28654662
IQPlus, (14/10) -PT Pertamina Hulu Energi Lepas Pantai Bunyu (PHE LPB) anak perusahaan di bawah Zona 10 Regional-3 PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) melakukan pengeboran eksplorasi sumur minyak dan gas (migas) di wilayah Kalimantan untuk menjaga produksi energi nasional.
"Eksplorasi dilakukan untuk menjaga keberlanjutan produksi migas, sekaligus mencari sumber daya baru," ujar Manajer Drilling Zona 10 Muhdi Rizal dalam keterangan diterima di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Rabu.
"Perusahaan terus berinvestasi dalam kegiatan eksplorasi untuk menemukan sumber daya migas baru dan menunjang ketahanan energi nasional," tambahnya.
Kegiatan pengeboran sumur eksplorasi Tingkilan-001 (TKLN-001) di Desa Mangkupadi, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara tersebut, dapat menambah cadangan migas yang berkontribusi bagi ketersediaan dan ketahanan energi.
Kegiatan bagian dari program eksplorasi PHE LPB di Wilayah Kerja (WK) Maratua d Cekungan Tarakan area Kalimantan Utara itu, bertujuan menguji potensi hidrokarbon pada Formasi Menumbar berdasarkan kajian geologi dan data bawah permukaan.
Sumur Tingkilan-001 dibor secara vertikal menggunakan Rig PDSI #21.2 dengan kapasitas 700 tenaga kuda (horsepower/HP), jelas Muhdi Rizal, pengeboran ditargetkan mencapai kedalaman akhir 1.574 meter measured depth (mMD) atau 1.554 meter true vertical depth subsea (mTVDSS).
Manajer Exploration Planning & Operation Regional-3 Theodorus Rendhi memberikan apresiasi dukungan terhadap pelaksanaan eksplorasi sumur migas tersebut.
Komunikasi dan sinergi dengan pemangku kepentingan diperlukan agar kegiatan berjalan aman dan sesuai target, kata dia, juga membuka ruang komunikasi agar setiap tahapan eksplorasi dapat dipahami bersama yang diharapkan memberikan manfaat bagi wilayah sekitar.
Masyarakat Kecamatan Tanjung Palas Timur mendukung kegiatan eksplorasi tersebut, diharapkan komunikasi dan koordinasi antara perusahaan, pemerintah, serta masyarakat tetap terjaga selama pengeboran berlangsung.
Sosialisasi dilakukan sebelum kegiatan pengeboran dilakukan, melibatkan pemerintah kabupaten, pemerintah kecamatan dan desa, tokoh adat, agama dan tokoh masyarakat, serta warga Desa Mangkupadi, juga memberikan bantuan kepada 20 anak yatim dan dhuafa di Desa Mangkupadi.
Komunikasi menyampaikan rencana dan perkembangan eksplorasi, termasuk aspek keselamatan secara berkala dilakukan, sekaligus memperkuat koordinasi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat selama kegiatan berlangsung, demikian Theodorus Rendhi. (end/ant)
Riset Terkait
Berita Terkait
