PGUN SIAP DIVESTASI SAHAM PENDIRI UNTUK DONGKRAK FREE FLOAT
Share via
Terbit Pada
04 June 2026
Saham Terkait
Terakhir diperbarui: 21-05-2026, 04:02:pm
15440642
IQPlus, (4/6) - Emiten perkebunan kelapa sawit, PT Pradiksi Gunatama Tbk. (PGUN), mengumumkan rencana strategis untuk meningkatkan porsi kepemilikan saham publik (free float) demi memenuhi ketentuan regulasi Bursa Efek Indonesia (BEI) sekaligus mendongkrak likuiditas pasar.
Dalam Paparan Publik Tahunan yang digelar pada Selasa (9/6/2026), manajemen mengungkapkan target awal pemenuhan free float sebesar 12,5% harus dicapai paling lambat pada 31 Maret 2027. Langkah ini diambil menyusul surat peringatan dari BEI mengenai Reminder Masa Transisi Pemenuhan Kewajiban Persentase Minimum Saham Free Float.
Saat ini, porsi saham free float PRADIKSI baru mencapai 7,62%, yang berarti perseroan perlu menambah sekitar 4,88% saham beredar di masyarakat dalam kurun waktu kurang dari satu tahun ke depan. Manajemen menegaskan bahwa peningkatan free float ini tidak hanya sekadar mematuhi regulasi bursa, melainkan juga demi kepentingan fundamental seperti meningkatkan likuiditas perdagangan saham, memperluas basis investor publik, meningkatkan kualitas tata kelola perusahaan (good corporate governance), serta memperkuat kepercayaan pasar.
Sesuai peta jalan bursa, setelah mengejar target awal di tahun 2027, perseroan berkomitmen untuk melanjutkan peningkatan porsi saham publik hingga menyentuh angka 15% pada 31 Maret 2028. Untuk mengeksekusi penambahan tersebut, manajemen PRADIKSI berencana melakukan pelepasan sebagian saham milik pemegang saham pendiri (founding shareholders) atau afiliasinya kepada masyarakat secara bertahap dan terukur.
Berdasarkan data kepemilikan saat ini, mayoritas saham perseroan masih digenggam oleh tiga entitas besar, yaitu PT Araya Agro Lestari sebesar 38,44%, PT Citra Agro Raya sebesar 38,25%, dan PT Baramega Citra Mulia Persada sebesar 15,69%. Struktur kepemilikan yang terkonsentrasi inilah yang akan disesuaikan demi membuka ruang bagi penambahan kepemilikan publik.
Perseroan saat ini tengah mengevaluasi empat alternatif skema pelaksanaan agar pelepasan saham berjalan lancar tanpa mengganggu stabilitas harga di pasar. Skema tersebut meliputi divestasi bertahap di pasar reguler, private placement kepada investor strategis non-afiliasi demi memperkuat basis institusi, secondary offering atau accelerated bookbuilding, hingga program khusus untuk mendorong partisipasi investor ritel domestik. Keputusan final terkait metode yang akan dipilih nantinya tetap akan mempertimbangkan kondisi pasar modal secara riil serta persetujuan resmi dari pihak regulator. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
