BCA Sekuritas
    langid
    Berita Harian

    PGN PERKUAT RESILIENSI DAN INFRASTRUKTUR UNTUK KETAHANAN ENERGI

    Terbit Pada

    13 May 2026

    Saham Terkait

    Terakhir diperbarui: 27-03-2026, 09:10:am

    13245333

    IQPlus, (13/5) - PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN), selaku Subholding Gas PT Pertamina (Persero), terus memperkuat resiliensi bisnis dan infrastruktur gas bumi untuk ketahanan energi nasional memasuki usia ke-61 tahun pada 13 Mei 2026.

    Corporate Secretary PGN Fajriyah Usman, dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, mengatakan pihaknya terus memperkuat perannya sebagai tulang punggung infrastruktur gas bumi nasional melalui penguatan pasokan, pengembangan LNG, dan ekspansi jaringan energi rendah emisi.

    PGN juga terus menjaga resiliensi bisnis guna memastikan ketersediaan energi yang mandiri dan berkelanjutan di tengah dinamika energi global.

    "Selama 61 tahun, PGN terus bertransformasi untuk memastikan gas bumi selalu hadir bagi masyarakat melalui diversifikasi pasokan, penguatan infrastruktur, inovasi layanan, dan komitmen terhadap implementasi aspek ESG," ujarnya.

    Dalam setahun terakhir, PGN mencatatkan berbagai langkah strategis sebagai bentuk konsistensi menjaga keandalan layanan dan ketahanan energi nasional.

    Perusahaan aktif mengamankan pasokan gas pipa maupun LNG domestik dari berbagai sumber seperti Tangguh dan Donggi Senoro, serta membuka potensi pasokan baru dari Blok Masela, Andaman, WK Tungkal, pengembangan coalbed methane (CBM) di Muara Enim, hingga biomethane sebagai bagian dari pengembangan energi masa depan.

    Fajriyah melanjutkan penguatan pasokan juga diwujudkan melalui berbagai perjanjian strategis, di antaranya penandatanganan beberapa perjanjian jual beli gas (PJBG) dalam IPA Convex 2025, kerja sama swap gas West Natuna, hingga HOA LNG Blok Masela bersama INPEX Masela.

    Pemanfaatan LNG untuk mendukung ketahanan pasokan juga semakin meningkat.

    PGN menerima tambahan pasokan LNG domestik, serta untuk pertama kalinya melaksanakan penerimaan kargo LNG melalui FSRU Jawa Barat.

    PGN juga telah menyelesaikan revitalisasi Tangki LNG Arun F-6004 berkapasitas 127.000 m3, yang siap beroperasi melayani pasar Asia Tenggara dan Asia Selatan seiring dengan pengembangan bisnis LNG hub.

    Dari sisi operasional, volume penyaluran gas bumi PGN mencapai 777 BBTUD, dengan volume transmisi gas mencapai 1.539 MMSCFD per triwulan I 2026.

    Pengelolaan penyaluran gas dilakukan secara optimal dengan fokus utama menjaga keberlanjutan operasional pelanggan di tengah tantangan dinamika ekonomi nasional maupun global.

    PGN juga terus memperkuat posisi sebagai pengelola lebih dari 95 persen infrastruktur gas bumi nasional dan menambah 230 kilometer jaringan pipa baru untuk memperluas akses energi gas bumi di berbagai wilayah Indonesia.

    Pengembangan infrastruktur juga diperkuat melalui berbagai kerja sama strategis dengan mitra bisnis nasional maupun internasional.

    Kini, dengan pangsa pasar 91 persen, wilayah operasional PGN mencakup 18 provinsi dan 78 kota/kabupaten serta didukung jaringan pipa gas bumi nasional sepanjang 33.490 km.

    "PGN juga terus memperluas layanan beyond pipeline melalui pemanfaatan CNG ritel sebagai solusi energi bagi masyarakat yang belum terjangkau jaringan pipa gas bumi. Ekspansi layanan CNG dilakukan di berbagai wilayah, termasuk Medan melalui pembangunan mother station CNG dan Bandung, guna memenuhi kebutuhan energi sektor industri, komersial, UMKM hingga hotel, restoran, dan kafe," jelas Fajriyah. (end/ant)