BCA Sekuritas
    langid
    Berita Harian

    PGN GARAP STUDI EKOSISTEM CCS DAN TRANSPORTASI KARBON DIOKSIDA

    Terbit Pada

    22 May 2026

    Saham Terkait

    Terakhir diperbarui: 27-03-2026, 09:10:am

    14150644

    IQPlus, (22/5) - PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN), selaku Subholding Gas PT Pertamina (Persero), menggarap studi ekosistem penangkapan dan penyimpanan karbon atau carbon capture and storage (CCS) serta transportasi karbon dioksida (CO2).

    Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN Hery Murahmanta dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, mengatakan pihaknya terus mendukung pengembangan amonia rendah karbon.

    Pada ajang IPA Convex 2026 di Jakarta, Kamis (21/5/2026), PGN menandatangani joint study agreement (JSA) mengenai studi teknologi CCS.

    Kolaborasi strategis ini dilakukan bersama Holding Migas PT Pertamina (Persero), PT Pertamina Hulu Energi (PHE), dan PT Pupuk Indonesia (Persero) dalam rangka pengembangan amonia rendah karbon (blue ammonia) di Indonesia.

    Menurut Hery, melalui kerja sama ini, para pihak akan melakukan studi komprehensif guna mengkaji aspek teknis, legal, ekonomi, dan komersial terkait pengembangan ekosistem CCS.

    Fokus utama sinergi ini adalah menciptakan rantai pasok amonia rendah karbon yang efisien dan berkelanjutan, mulai dari penangkapan emisi karbon, transportasi CO2, hingga injeksi CO2 ke dalam formasi geologi bawah tanah yang aman.

    "Dalam kerja sama CCS ini, PGN mengambil peran sebagai penyedia transportasi CO2. Langkah ini merupakan salah satu pilar penting dalam strategi step out PGN untuk memperluas portofolio bisnis ke ranah energi bersih dan dekarbonisasi," jelas Hery.

    Untuk mendukung inisiatif tersebut, PGN akan mengoptimalkan aset dan sumber daya yang dimiliki, termasuk infrastruktur gas bumi eksisting serta kapabilitas dalam pengembangan jaringan pipa.

    Salah satu strategi yang dikedepankan adalah pemanfaatan right of way (ROW) jalur pipa gas bumi yang telah ada untuk pengembangan jaringan transportasi CO2.

    "Kerja sama ini merupakan wujud nyata PGN dalam mengintegrasikan infrastruktur gas bumi dengan teknologi masa depan guna menekan emisi karbon," ujarnya. (end)