PGE, UGM DAN AGROTEKNO KEMBANGKAN BOOSTER PERTANIAN BERBASIS PANAS BUMI
Share via
Terbit Pada
27 April 2026
Saham Terkait
Terakhir diperbarui: 29-01-2026, 04:30:pm
11625305
IQPlus, (27/4) - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) atau PGE bersama Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada dan PT Agrotekno Estetika Laboratoris menandatangani Joint Study Development Agreement Project Beyond-Katrili.
Kerja sama ketiga pihak menjadi langkah strategis untuk mengembangkan inovasi booster pertanian ramah lingkungan berbasis panas bumi.
Direktur Operasi PGEO Andi Joko Nugroho dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin, mengatakan bahwa hilirisasi energi menjadi kunci dalam memaksimalkan potensi sumber daya Indonesia.
"Kolaborasi ini mempercepat inovasi, sekaligus menjadi implementasi visi kami dalam mendorong pembangunan berkelanjutan dan ketahanan pangan nasional. Ke depan, bisnis panas bumi tidak hanya berfokus pada listrik, tetapi beyond electricity yang berkontribusi di berbagai sektor, termasuk pertanian," ujar Andi.
Ia berharap Project Beyond-Katrili dapat menjadi bagian dari strategi besar perseroan, baik untuk meningkatkan produktivitas pertanian maupun memperluas pemanfaatan energi panas bumi.
"Upaya ini akan terus diperkuat melalui kolaborasi dan riset berkelanjutan agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat," katanya.
Dekan Fakultas Teknik FT UGM Prof. Selo mengatakan bahwa perguruan tinggi berperan penting dalam menjembatani riset dan implementasi teknologi di masyarakat.
"Oleh karena itu, pengembangan katrili menjadi contoh konkret integrasi energi dan pangan, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam pengembangan energi baru terbarukan di tengah dinamika global," ujarnya.
Dari sisi industri pendukung, CEO PT Agrotekno Estetika Laboratoris Alexander H. Soeriyadi melihat potensi besar kandungan silika dalam meningkatkan daya tahan tanaman dan kualitas hasil panen.
Sementara itu, Tim Peneliti FT UGM yang dipimpin Pri Utami menyatakan bahwa inovasi ini berbasis pendekatan ilmiah lintas disiplin, menggabungkan geologi, farmasi, serta pertanian untuk menghasilkan solusi yang aplikatif dan berkelanjutan.
Melalui Project Katrili, ketiga pihak mengintegrasikan riset energi panas bumi dengan teknologi pertanian untuk menghasilkan booster pertanian berbasis silika geotermal yang mampu meningkatkan kualitas tanah, memperkuat daya tahan tanaman, serta mendorong peningkatan hasil panen secara berkelanjutan.
Katrili mengandung silika dan kitosan yang dikembangkan dari pemanfaatan limbah kulit udang dan kepiting yang melimpah di Indonesia. (end/ant)
Riset Terkait
Berita Terkait
