PGE SEBUT GEMPA ULUBELU TAK TERKAIT OPERASIONAL PANAS BUMI
Share via
Terbit Pada
06 May 2026
Saham Terkait
Terakhir diperbarui: 29-01-2026, 04:30:pm
12549757
IQPlus, (6/5) - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) Area Ulubelu menegaskan gempa magnitudo 2,4 yang terjadi di wilayah Ulubelu, Kabupaten Tanggamus pada 2 Mei 2026 merupakan aktivitas tektonik alami dan tidak terkait dengan operasional panas bumi.
"Kami pastikan gempa yang terjadi di Ulubelu tidak terkait dengan operasional panas bumi PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) (IDX: PGEO) Area Ulubelu," kata General Manager PT Pertamina Geothermal Energy Tbk Area Ulubelu, Edy Sudarmadi, dalam keterangan yang diterima di Bandarlampung, Rabu.
Ia mengatakan seluruh kegiatan operasional, mulai dari pengeboran hingga produksi panas bumi, dilaksanakan sesuai standar teknis dan keselamatan yang ketat.
"Bahkan seluruh proses didukung oleh kajian geologi, geofisika, dan geokimia, serta dilengkapi dengan sistem pemantauan berkelanjutan, termasuk monitoring mikro-seismik untuk memastikan aktivitas tetap berada dalam batas aman," kata dia.
Edy Sudarmadi, mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi. Hingga saat ini tidak terdapat indikasi bahwa aktivitas geothermal PGE menjadi penyebab gempa yang dirasakan masyarakat.
"Gempa yang terjadi merupakan fenomena alam yang dipengaruhi kondisi geologi Indonesia yang berada di jalur cincin api dunia dan dekat dengan zona patahan aktif. Operasional kami dijalankan sesuai standar keselamatan dan terus dipantau secara ketat," katanya.
PGE Area Ulubelu memastikan seluruh kegiatan operasional tetap berjalan aman dan andal, dengan mengedepankan aspek keselamatan masyarakat, pekerja, serta perlindungan lingkungan.
"Perusahaan juga terus berkoordinasi dengan pemangku kepentingan terkait serta melakukan pemantauan secara real time untuk memastikan seluruh proses produksi berjalan sesuai ketentuan," katanya
Menurutnya, berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada di wilayah Ulubelu dengan karakteristik gempa dangkal yang umum terjadi di kawasan dengan aktivitas tektonik tinggi. Sepanjang periode Januari hingga April 2026, tercatat 62 kejadian gempa di wilayah Sumatera bagian selatan dan Selat Sunda dengan magnitudo berkisar antara M1,3 hingga M4,7.
"Tren ini menunjukkan bahwa kawasan tersebut memang berada dalam dinamika geologi aktif yang berlangsung secara alami. Secara geografis, Indonesia terletak pada jalur Ring of Fire, yaitu kawasan dengan aktivitas kegempaan tertinggi di dunia," kata dia.
Khusus di wilayah Sumatera bagian selatan, lanjut dia, aktivitas gempa dipengaruhi oleh interaksi tiga sistem tektonik utama, yakni Zona Subduksi Sunda, Sesar Sumatera (Segmen Semangko), serta struktur geologi di sekitar Selat Sunda.
"Karakteristik gempa yang didominasi magnitudo kecil hingga menengah merupakan bagian dari proses alami pelepasan energi akibat pergerakan kerak bumi. Secara ilmiah, energi yang dihasilkan dari aktivitas geothermal jauh lebih kecil dibandingkan energi gempa tektonik, sehingga tidak menjadi penyebab gempa yang dirasakan masyarakat," kata dia. (end/ant)
Riset Terkait
Berita Terkait
