PGE MANFAATKAN PANAS BUMI UNTUK PERCEPAT PENGERINGAN PUPUK
Share via
Terbit Pada
21 October 2026
Saham Terkait
Terakhir diperbarui: 05-10-2026, 12:02:am
29352222
IQPlus, (21/10) - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) Area Kamojang memanfaatkan energi panas bumi untuk mempercepat pengeringan pupuk organik dari 14 hari menjadi 12 jam melalui inovasi Geofert dalam program pemberdayaan masyarakat.
Perwakilan fungsi Kehumasan PGE Kamojang Erwandi di Kamojang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa, mengatakan teknologi pengeringan tersebut menggunakan alat bernama Dry Cube yang memanfaatkan panas bumi.
"Dari yang awal kalau kita pakai matahari biasanya kita bisa membutuhkan 14 hari, ternyata dengan panas bumi namanya Dry Cube itu cuman butuh 12 jam," ujar Erwandi.
Inovasi tersebut merupakan bagian dari program pemberdayaan masyarakat Kanyaah yang mengembangkan pemanfaatan langsung energi panas bumi untuk kegiatan ekonomi warga sekitar.
Melalui program Geofert (Geothermal Fertilizer), limbah organik rumah tangga dan pertanian diolah menjadi pupuk yang dapat dimanfaatkan kembali oleh petani lokal.
Pupuk hasil pengolahan tersebut kemudian digunakan dalam ekosistem Geofarm untuk pembibitan dan budidaya tanaman, sedangkan hasil panennya dapat diolah melalui ekosistem Geofood.
Salah seorang petani muda binaan PGE, Hendro, mengatakan pupuk Geofert yang telah dikeringkan dapat disimpan hingga satu tahun.
Selain pengolahan pupuk, PGE Kamojang memanfaatkan panas bumi untuk menghangatkan air kolam budidaya ikan melalui program Geofishery.
Teknologi tersebut diterapkan di kawasan Kamojang yang berada pada ketinggian sekitar 1.500 meter di atas permukaan laut.
Erwandi menyebutkan bahwa ikan yang dibudidayakan pada kolam berpenghangat panas bumi memiliki bobot lebih tinggi dibandingkan ikan pada kolam tanpa penghangat.
"Ternyata ikan di kolam A dan ikan di kolam B dengan berat yang sama di awal bibitnya, setelah sekian bulan itu ternyata memiliki perbedaan dari segi berat. Jadi, lebih berat 85 sampai 90 persen," katanya. (end/ant)
Riset Terkait
Berita Terkait
