BCA Sekuritas
langid
Berita Harian

PERTUMBUHAN PASAR ASURANSI ENERGI DIDORONG EKSPANSI PROYEK MIGAS

Terbit Pada

06 August 2026

Saham Terkait

Terakhir diperbarui: 24-06-2026, 09:23:am

21754076

IQPlus, (6/8) - PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia (Tugu Insurance) mencatat pasar asuransi energi nasional mengalami pertumbuhan rata-rata 18 persen pada 2025, seiring meningkatnya aktivitas investasi dan pengembangan proyek minyak dan gas (migas) yang menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat ketahanan energi nasional.

Strategic Business 1 Group Head Tugu Insurance Carolina Ledy Babbyana mengatakan pertumbuhan bisnis tersebut didorong oleh semakin besarnya nilai aset dan perluasan aktivitas di sektor migas, mulai dari hulu hingga hilir yang meningkatkan kebutuhan perusahaan untuk mengalihkan risiko melalui mekanisme asuransi (risk transfer mechanism).

"Kalau dilihat dari pasar asuransi energi nasional, pertumbuhannya mencapai rata-rata 18 persen. Pertumbuhan ini jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata industri asuransi umum karena nilai aset dan aktivitas di sektor energi terus meningkat," kata Babby dalam acara Literasi Asuransi Energi di Jakarta, Kamis.

Menurut dia, terdapat tiga faktor utama yang mendorong pertumbuhan pasar asuransi energi. Pertama, meningkatnya nilai investasi dan skala proyek energi, terutama di sektor hulu migas yang terus berkembang seiring upaya pemerintah memperkuat ketahanan energi nasional.

Ia menjelaskan, berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta SKK Migas selama 2025, aktivitas industri migas terus berkembang, didukung target peningkatan lifting minyak sebanyak 605,3 ribu barel per hari dan gas sebesar 5.530 MMSCFD (juta standar kaki kubik per hari).

Selain itu juga ditambah perluasan wilayah kerja migas di tahun 2026 menjadi 110 blok migas, serta meningkatnya investasi di sektor hulu sesuai arah kebijakan pemerintah untuk memperkuat ketahanan energi sebesar 16 miliar dolar AS.

Meningkatnya aktivitas tersebut membuat kebutuhan perlindungan asuransi semakin besar. Menurutnya, industri migas merupakan sektor strategis nasional dengan karakteristik risiko yang tinggi, mulai dari potensi kebakaran, ledakan, pencemaran lingkungan, hingga gangguan operasional akibat cuaca ekstrem, khususnya pada proyek lepas pantai (offshore). (end/ant)