PERTAMINA PATRA NIAGA TERUS PASOK BBM KE DAERAH JELANG LEBARAN
Share via
Kategori
Ekonomi Bisnis
Terbit Pada
16 March 2026
07445120
IQPlus, (16/3) - PT Pertamina Patra Niaga terus memasok BBM dalam rangka melayani masyarakat ke berbagai daerah, termasuk wilayah terpencil di Indonesia menjelang Lebaran 2026.
"Untuk daerah-daerah, kita sudah melakukan build up stock, tadi kita ada layanan atensi untuk daerah-daerah yang terpencil, untuk yang aksesnya susah, itu kita sebenarnya sudah lakukan build up stock," ujar Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra di Rest Area Km 57, Cikampek, Jawa Barat, Senin.
Dia menambahkan mobil-mobil tangki Pertamina terus melakukan pasokan ke berbagai daerah.
"Beberapa lokasi yang menjadi isu itu, tadi malam saya cek mobil tangki kita terus melakukan pasokan, seperti di Kalimantan Barat, Riau, sama beberapa wilayah di Jawa Timur, itu terus kita melakukan pasokan dan tidak ada kendala dari sisi stok di terminal BBM kami," katanya.
Sebelumnya, Anggota Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Fathul Nugroho memastikan stok bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia tetap aman di tengah penutupan Selat Hormuz oleh Iran.
Masyarakat diminta tetap tenang dan tidak panik menyikapi gejolak perang di Timur Tengah.
Pemerintah Indonesia dinilai telah menyiapkan sejumlah alternatif untuk menutup potensi kekurangan pasokan BBM impor dari kawasan tersebut.
Saat ini, sebanyak 19 persen impor minyak mentah Indonesia berasal dari Arab Saudi atau Timur Tengah.
Kendati demikian, pemerintah sudah menyiapkan langkah preventif dengan mengimpor minyak dari negara yang tidak terdampak konflik.
Sementara, ia menjelaskan sebanyak 81 persen impor minyak mentah Indonesia berasal dari negara yang tidak terdampak atau terlibat konflik di Timur Tengah.
Ia merinci Indonesia paling banyak mengimpor minyak mentah dari Nigeria sebanyak 34,07 juta barel sejak April 2025 hingga Maret 2026 atau sekitar 25 persen dari total impor.
Selanjutnya, dari Angola sebesar 28,50 juta barel (21 persen), dari negara lain sebanyak 47,40 juta barel (35 persen), sedangkan dari Arab Saudi tercatat 28,50 juta barel atau sekitar 19 persen. (end/ant)
Riset Terkait
Berita Terkait
