PERTAMINA DIGITALISASI ARMADA GUNA PERKUAT KEANDALAN DISTRIBUSI
Share via
Kategori
Ekonomi Bisnis
Terbit Pada
15 April 2026
10443931
IQPlus, (15/4) - PT Pertamina Patra Niaga (PPN), Subholding Downstream Pertamina, terus memperkuat pengelolaan distribusi energi nasional melalui pemanfaatan teknologi digital, khususnya melalui sistem monitoring armada kapal yang terintegrasi.
"Dengan sistem monitoring yang terintegrasi, kami memiliki visibilitas yang lebih baik terhadap pergerakan armada. Hal ini memungkinkan kami merespons dinamika operasional dengan lebih cepat serta menjaga ketepatan distribusi energi di berbagai wilayah," ujar Direktur Armada Logistik PT Pertamina Patra Niaga Arif Yunianto dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Rabu.
Pengelolaan sistem ini dilakukan melalui Command Centre di Kantor Pusat Pertamina yang menjadi pusat pemantauan operasional kapal secara harian, baik kapal milik maupun kapal charter.
Dari ruang ini, pergerakan armada dipantau secara menyeluruh, mulai dari posisi, kecepatan, hingga progres pelayaran di setiap rute distribusi. Melalui sistem berbasis data yang terintegrasi, pemantauan dilakukan secara real-time sehingga memberikan visibilitas yang lebih utuh terhadap pergerakan armada.
Langkah tersebut memungkinkan tim operasional untuk mengantisipasi potensi keterlambatan serta melakukan penyesuaian operasional secara lebih cepat dan tepat.
Lebih lanjut, sistem ini dilengkapi dengan fitur alert dan reporting yang memungkinkan deteksi dini terhadap berbagai kondisi operasional, sehingga pengambilan keputusan dapat dilakukan secara lebih cepat dan berbasis data.
Digitalisasi juga turut mendorong transparansi dalam pengelolaan distribusi energi, termasuk melalui pemanfaatan sistem monitoring yang dapat diakses bersama dengan mitra kapal charter.
Sistem ini juga dilengkapi dengan fitur fraud detection untuk mengidentifikasi potensi penyimpangan operasional. Penguatan sistem ini didukung oleh implementasi Enhanced Daily Tanker Position (EDTP) 3.0 yang menghadirkan peningkatan stabilitas sistem serta integrasi data operasional yang lebih komprehensif.
Pemanfaatan fitur seperti geofencing dan integrasi data geografis, termasuk cuaca dan alur pelayaran, turut mendukung pengambilan keputusan operasional secara lebih akurat.
Sistem ini juga terpantau oleh Pertamina Integrated Digital Command Center (PIDCC) atau Pertamina Hub, yakni pusat kendali digital terintegrasi yang mengonsolidasikan berbagai data operasional secara real-time dalam satu platform. Integrasi ini memungkinkan pemantauan armada secara menyeluruh dalam satu ekosistem yang terpusat, didukung oleh data visual dari CCTV di kapal untuk memperkuat visibilitas operasional.
Arif menambahkan bahwa pemanfaatan teknologi ini tidak hanya berfokus pada aspek monitoring, tetapi juga memastikan distribusi energi dapat berjalan secara berkelanjutan dan responsif terhadap kebutuhan di berbagai wilayah.
"Pada prinsipnya, yang kami monitor bukan hanya pergerakan armada, tetapi juga memastikan energi dapat terus tersalurkan secara berkelanjutan dan dapat diandalkan bagi masyarakat di berbagai wilayah," kata Arif. (end/ant)
Riset Terkait
Berita Terkait
