BCA Sekuritas
    langid
    Berita Harian

    PERTAMINA ATASI KENDALA DISTRIBUSI BBM DI KALBAR

    Kategori

    Ekonomi Bisnis

    Terbit Pada

    20 February 2026

    05058052

    IQPlus, (20/2) - PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan mengatasi kendala distribusi bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Sintang, Melawi, dan Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, dengan memperkuat ketahanan stok dan kelancaran pasokan melalui jalur darat, menyusul gangguan akibat faktor alam.

    "Gangguan distribusi terjadi akibat pendangkalan signifikan pada alur Sungai Kapuas-Melawi dalam beberapa pekan terakhir. Data monitoring hidrologis menunjukkan kedalaman air sekitar 2,25 meter, atau berkurang sekitar lima meter dari batas aman navigasi (safe draft limit) empat meter," kata Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan Pertamina Patra Niaga, Edi Mangun, di Pontianak, Jumat.

    Dia menjelaskan, kondisi tersebut menyebabkan kapal tanker belum dapat melanjutkan pelayaran normal menuju Fuel Terminal (FT) Sintang.

    "Kami memahami situasi ini menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat. Secara prinsip, stok BBM dalam kondisi aman dan beberapa kapal juga telah berada dalam posisi ready stock dan anchor di wilayah Sanggau. Saat ini kami menunggu kepastian izin lokasi jetty dalam skema penanganan darurat untuk proses pembongkaran," tuturnya.

    Sebagai langkah antisipasi, Pertamina memperkuat distribusi melalui jalur darat dari FT Sintang dan Integrated Terminal Pontianak untuk menjaga kesinambungan suplai ke SPBU dan lembaga penyalur di wilayah terdampak.

    Menurut dia, penyesuaian pola distribusi melalui jalur darat memang membutuhkan waktu tempuh lebih panjang, namun dinilai menjadi langkah strategis agar pasokan tetap tersedia bagi masyarakat.

    Untuk memastikan ketersediaan BBM di Melawi, pemerintah kabupaten setempat menggelar pertemuan koordinasi dengan Pertamina pada Rabu (18/2). Pertemuan dipimpin bupati bersama unsur DPRD, sekretaris daerah, dinas terkait, serta jajaran kepolisian.

    Dalam pertemuan tersebut, pemerintah daerah meminta Pertamina memaksimalkan penyaluran BBM ke seluruh SPBU, memperketat pengawasan distribusi sesuai ketentuan, memprioritaskan pelayanan bagi masyarakat umum, serta mengupayakan percepatan jam operasional SPBU.

    "Pemerintah daerah juga mengimbau warga tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebih agar distribusi berjalan merata," katanya.

    Menanggapi hal itu, Pertamina Patra Niaga menyatakan telah menjalankan langkah percepatan distribusi, termasuk optimalisasi suplai jalur darat dan penguatan pengawasan di SPBU.

    Koordinasi juga terus dilakukan bersama pemerintah daerah dan aparat penegak hukum untuk memastikan monitoring penyaluran BBM tepat sasaran. Selain itu, perusahaan mengoptimalkan sistem digitalisasi guna memantau pergerakan suplai secara real time serta memprioritaskan pengiriman ke SPBU di jalur strategis dan pusat aktivitas masyarakat.

    "Kami akan terus bekerja maksimal bersama pemerintah daerah dan aparat untuk memastikan pasokan segera kembali stabil. Kami mengimbau masyarakat melakukan pembelian sesuai kebutuhan agar distribusi dapat berjalan lancar dan merata," kata Edi. (end/ant)