PERLUASAN IP LOKAL LINTAS SEKTOR MENDORONG NILAI TAMBAH EKONOMI
Share via
Kategori
Ekonomi Bisnis
Terbit Pada
23 September 2026
26534667
IQPlus, (23/9) - Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf)/Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) mendorong pengembangan kekayaan intelektual (intellectual property/IP) lokal melalui kolaborasi lintas sektor agar karya kreatif Indonesia tidak berhenti pada produk awal, tetapi dapat menghasilkan nilai tambah ekonomi yang berkelanjutan.
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Bekraf Irene Umar mengatakan pengembangan IP JUMBO melalui kolaborasi Visinema dengan Discovery Ancol Hotel menunjukkan potensi kekayaan intelektual lokal untuk merambah berbagai sektor industri, termasuk perhotelan.
"Sejak awal ketika berbicara dengan Mas Angga, mimpi yang disampaikan adalah bagaimana Indonesia memiliki IP yang dapat menjadi evergreen dan tidak hanya berhenti pada satu jenis karya. Hari ini kita melihat bagaimana sebuah IP Indonesia dapat dikembangkan menjadi karya dan pengalaman baru yang lebih dekat dengan masyarakat," ujar Irene dalam keterangan yang diterima, di Jakarta, Rabu.
Irene mengatakan, IP tidak harus berhenti pada karya awal, seperti film, tetapi dapat dikembangkan menjadi berbagai produk dan pengalaman kreatif. Perluasan tersebut membutuhkan ekosistem yang mempertemukan kreator dengan industri serta pasar yang sesuai.
"Peran kami adalah membuka ruang agar para kreator dapat bertemu dengan industri dan pasar yang tepat. Dengan begitu, IP Indonesia memiliki kesempatan untuk berkembang melalui berbagai sektor," katanya.
Ia menilai pengembangan IP lintas sektor dapat memperkuat ekosistem ekonomi kreatif, sekaligus membuka peluang komersialisasi karya lokal dalam bentuk yang lebih beragam.
Founder dan CEO Visinema Group Angga Dwimas Sasongko mengatakan JUMBO dibangun sebagai upaya menghadirkan cerita Indonesia yang dekat dengan masyarakat dan memiliki perjalanan berkelanjutan.
"Untuk membuat cerita tersebut terus berkembang, dibutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak yang memiliki visi yang sama," ujar Angga.
Direktur Utama PT Marina Ancol Green Hotel Peni Rahmawati mengatakan kolaborasi tersebut membawa elemen cerita film JUMBO ke dalam pengalaman menginap melalui pendekatan hospitality.
Kolaborasi JUMBO x Discovery Ancol Hotel menghadirkan 53 kamar tematik di lantai 5 hotel. Kamar tersebut dilengkapi elemen visual khas JUMBO, mulai dari dekorasi lorong hingga interior yang dirancang mengikuti dunia dalam film.
Pengalaman tematik juga ditampilkan melalui Diorama South Lobby, yang menghadirkan Kamar Don, Ruang Tamu Oma, dan Sepeda Nurman, serta area Kampung Seruni dan Panggung di North Lobby. Hotel tersebut turut menyediakan menu kuliner bertema JUMBO.
Kemenekraf menilai kolaborasi tersebut menunjukkan peluang pengembangan IP Indonesia melalui model bisnis yang menghubungkan karya kreatif dengan pengalaman konsumen dan berbagai sektor industri. (end/ant)
Riset Terkait
Berita Terkait
