BCA Sekuritas
langid
Berita Harian

PERLUAS QRIS UNTUK PEDAGANG, BSI DORONG DIGITALISASI PASAR

Terbit Pada

18 August 2026

Saham Terkait

Terakhir diperbarui: 03-07-2026, 01:41:pm

22940151

IQPlus, (18/8) - PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) dibawah dukungan Danantara Indonesia terus mendorong transformasi digital melalui penguatan ekosistem pasar sebagai salah satu langkah memperluas akses layanan perbankan syariah kepada masyarakat, khususnya pedagang dan pelaku UMKM.

Salah satu fokus BSI dalam mendorong digitalisasi pasar dilakukan melalui perluasan penggunaan BSI QRIS. Hingga saat ini, jumlah merchant BSI QRIS telah mencapai lebih dari 580 ribu merchant di seluruh Indonesia, termasuk menjangkau para pedagang di pasar. Perluasan penggunaan QRIS menjadi bagian dari upaya BSI mendorong pedagang beralih ke transaksi digital sekaligus membangun kebiasaan pencatatan transaksi usaha yang lebih terstruktur dan rapi.

Saat ini BSI memiliki beragam e-channel diantaranya BSI Call 14040, BSI QRIS, BYOND by BSI, BSI EDC, serta 71 Layanan Pasar dan Pengusaha UMKM (Lapak) BSI. Kehadiran berbagai kanal digital ini diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi pedagang dalam melakukan transaksi sekaligus mengelola aktivitas keuangan usahanya.

"Dengan semakin banyaknya pedagang yang memanfaatkan layanan digital, transaksi usaha akan semakin tercatat sehingga pelaku UMKM dapat lebih mudah memantau arus kas atau cashflow usahanya. Pencatatan transaksi yang lebih baik juga diharapkan dapat membantu pelaku usaha menjaga keberlanjutan bisnis serta memiliki rekam transaksi ketika membutuhkan akses pembiayaan di kemudian hari. Selain itu, jika nantinya mereka ingin mengambil pembiayaan, pencatatan keuangan yang lebih baik juga membuat kondisi usahanya lebih terlihat," ujar Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna.

Selain melalui kanal digital, BSI juga mendekatkan layanan perbankan syariah kepada pedagang melalui 71 Lapak BSI. Saat ini, BSI telah memiliki Lapak BSI yang tersebar di Jabodetabek, Aceh, Medan, Palembang, Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Kalimantan, Makassar, serta sejumlah kota lainnya.

"Kami memandang bahwa Pasar menjadi salah satu tempat utama perputaran ekonomi harian masyarakat. Karena itu, optimalisasi layanan digital memiliki peran penting dalam mempercepat dan mempermudah transaksi sekaligus mendorong inklusi keuangan syariah salah satunya pedagang di pasar", ujarnya. (end)