BCA Sekuritas
langid
Berita Harian

PERKUAT RANTAI PASOK, KEMENPERIN JODOHKAN IKM LOGAM DENGAN INDUSTRI BESAR

Kategori

Ekonomi Bisnis

Terbit Pada

10 August 2026

22128996

IQPlus, (10/8) - Kementerian Perindustrian semakin aktif memacu keterlibatan industri kecil dan menengah (IKM) dalam rantai pasok industri nasional. Salah satu langkah yang ditempuh adalah mempertemukan IKM logam potensial dengan industri skala besar agar tercipta kemitraan bisnis yang berkelanjutan, sekaligus meningkatkan penggunaan produk dalam negeri dan memperdalam struktur industri manufaktur nasional.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan, IKM memiliki kontribusi penting dalam pembangunan industri nasional, termasuk dalam menggerakkan perekonomian dan menyerap tenaga kerja. Karena itu, penguatan kemitraan IKM dengan industri besar perlu terus diperluas agar pelaku IKM dapat meningkatkan kapasitas, kualitas, dan daya saingnya.

"IKM berperan besar dalam menggerakkan perekonomian serta penyerapan tenaga kerja. Oleh karena itu, penguatan kemitraan antara IKM dan industri besar menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kinerja IKM sekaligus memperkuat ketahanan industri manufaktur nasional," ujar Menperin dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (9/8).

Menurut Menperin, industri logam memiliki posisi strategis dalam struktur manufaktur nasional karena menjadi pemasok berbagai komponen dan produk penunjang bagi beragam sektor, mulai dari otomotif, alat berat, alat kesehatan, konstruksi, hingga permesinan. Dengan kebutuhan industri yang semakin beragam, terbuka ruang yang luas bagi IKM logam untuk meningkatkan perannya sebagai bagian dari rantai pasok industri besar.

"Ketika IKM mampu menjadi bagian dari rantai pasok industri besar, baik BUMN maupun swasta, sekaligus terlibat dalam program vendor development, peluang untuk meningkatkan kapasitas produksi dan kompetensi akan semakin besar. Dengan demikian, IKM tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan industri, tetapi juga mendukung terwujudnya rantai pasok nasional yang semakin tangguh," tutur Agus.

Menperin juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, asosiasi, dan pelaku industri untuk memperluas akses pasar bagi IKM. Keterlibatan IKM dalam rantai pasok industri besar diharapkan menjadi sarana peningkatan kualitas produk, kapasitas produksi, kompetensi sumber daya manusia, serta kemampuan memenuhi standar dan spesifikasi yang dibutuhkan industri.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Kemenperin melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA) menyelenggarakan Fasilitasi Kemitraan IKM Logam dengan Industri Besar di Jawa Barat pada 29-30 Juli 2026.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya konkret Kemenperin dalam mengakselerasi masuknya IKM logam ke dalam rantai pasok industri besar. Dalam pelaksanaannya, Ditjen IKMA bekerja sama dengan Asosiasi Pengusaha Engineering Karawang (APEK) untuk menyiapkan IKM potensial yang dipertemukan secara langsung dengan calon mitra industri besar. (end)