PERKUAT FOKUS BISNIS UTAMA, TELKOM DIVESTASI SELURUH SAHAM ADMEDIKA
Share via
Terbit Pada
03 June 2026
Saham Terkait
Terakhir diperbarui: 29-05-2026, 04:21:pm
15333585
IQPlus, (3/6) - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TELKOM) resmi melakukan penataan portofolio bisnisnya melalui langkah streamlining terhadap lini non-inti (non-core). Dalam keterbukaan informasi bertanggal 3 Juni 2026, Telkom mengumumkan pelepasan seluruh kepemilikan saham (divestasi 100%) anak usahanya di PT Administrasi Medika (ADMEDIKA).
Aksi korporasi yang disepakati pada 2 Juni 2026 ini melibatkan dua entitas anak perusahaan yang dikendalikan langsung oleh Telkom, yaitu PT Multimedia Nusantara (TELKOMMETRA) dan PT Metra Digital Investama Ventura (MDI). Seluruh saham tersebut dilepas kepada perusahaan asal Singapura, Global Assistance & Healthcare Singapore Pte. Ltd. (FULLERTON), yang bertindak sebagai pembeli terpilih (Selected Purchaser).
Objek dari transaksi ini mencakup 452.330 lembar saham atau setara dengan 100% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor penuh dalam AdMedika. Secara rinci, saham yang didivestasikan terdiri dari 452.329 lembar saham (99,99%) milik TelkomMetra dan 1 lembar saham (0,01%) milik MDI.
SVP Corporate Secretary Telkom, Jati Widagdo, menjelaskan bahwa aksi korporasi ini ditujukan untuk menyederhanakan portofolio, meraih unlock value, serta sejalan dengan aspirasi PT Danantara Asset Management (Persero) (DAM) dalam melakukan penataan (streamlining) anak perusahaan di lingkungan BUMN. Langkah ini juga menjadi bagian dari strategi besar Telkom dalam mentransformasi bisnis ke dalam empat pilar utama, yaitu digital infrastructure, integrated B2C service, B2B ICT service, dan Internasional.
"Diharapkan dengan adanya aksi korporasi ini dapat mendukung transformasi Telkom Group menuju Strategic Holding serta memaksimalkan penciptaan nilai dari divestasi Admedika," ungkap Jati Widagdo dalam laporan tertulisnya.
Manajemen Telkom menegaskan bahwa pelepasan saham di AdMedika ini tidak memberikan dampak material yang negatif terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, ataupun kelangsungan usaha perseroan. Sebaliknya, pengembangan bisnis non-organik ini dinilai akan memberikan keuntungan bagi Telkom Group agar ke depannya dapat bergerak lebih fokus, lincah, dan kompetitif di kancah global. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
