BCA Sekuritas
langid
Berita Harian

PERKUAT ARUS LOGISTIK KALBAR, TERMINAL KIJING MULAI LAYANI PETIKEMAS

Kategori

Ekonomi Bisnis

Terbit Pada

11 June 2026

16129692

IQPlus, (11/6) - Terminal Kijing di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, kini resmi membuka layanan petikemas perdana sebagai bagian dari penguatan sektor logistik regional.

Operasional ini menjadi fase baru dalam pengembangan pelabuhan yang sebelumnya diresmikan pada 9 Agustus 2022 sebagai bagian dari proyek strategis nasional.

Kehadiran layanan tersebut diharapkan memperbesar kontribusi pelabuhan terhadap pertumbuhan ekonomi, perdagangan, hingga sektor industri di kawasan Kalimantan Barat sekaligus mempertegas perannya sebagai pusat logistik wilayah barat Pulau Kalimantan.

Pelaksanaan layanan petikemas pertama ini terwujud melalui kolaborasi di lingkungan Pelindo Group.

Sinergi tersebut melibatkan Pelindo Regional 2 Pontianak bersama PT Pelindo Multi Terminal melalui anak perusahaannya, PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas), serta PT Pelindo Terminal Petikemas melalui PT IPC Terminal Petikemas.

Dalam operasionalnya, PTP Nonpetikemas dipercaya sebagai operator tunggal di Terminal Kijing untuk mengelola aktivitas layanan terminal. Tanggung jawab tersebut mencakup pengelolaan operasional kepelabuhanan agar berjalan aman, produktif, serta memiliki tingkat keandalan yang optimal.

Kegiatan perdana pelayanan petikemas diawali melalui sandarnya kapal TB Megah 1611/TK MMSS 2711 milik PT Pulau Laut Line yang melayani jalur Pasir Gudang-Batam-Kijing-ICA-Kijing-Pasir Gudang.

Pada kunjungan awal itu, kapal melakukan pembongkaran sebanyak 70 peti kemas kosong (empty container) di Terminal Kijing.

Momentum tersebut menjadi tanda resmi dimulainya layanan petikemas setelah Pelindo Group merampungkan kesiapan infrastruktur, sistem operasional, alat pendukung, hingga aspek regulasi.

Layanan ini sekaligus menjadi realisasi dari agenda pengembangan petikemas yang telah dipersiapkan sejak 2025.

Pelindo Group bersama PTP Nonpetikemas sebelumnya melakukan berbagai tahapan, mulai dari sosialisasi kepada pengguna jasa hingga peningkatan fasilitas dan kesiapan operasional guna memastikan layanan dapat berjalan optimal pada 2026. (end)