PERKUAT ARMADA, BINA BUANA RAYA (BBRM) BANGUN KAPAL PSV SENILAI USD 22 JUTA
Share via
Terbit Pada
30 April 2026
Saham Terkait
Terakhir diperbarui: 16-04-2026, 10:21:am
11937938
IQPlus, (30/4) - Emiten pelayaran yang berfokus pada industri minyak dan gas bumi, PT Pelayaran Nasional Bina Buana Raya Tbk (Perseroan) resmi mengumumkan rencana ekspansi armada melalui pembangunan satu unit kapal Platform Supply Vessel (PSV). Langkah strategis ini diambil sebagai upaya Perseroan untuk meningkatkan pendapatan dan memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham.
Dalam keterbukaan informasi yang dirilis pada 30 April 2026, manajemen menjelaskan bahwa Perseroan telah menandatangani kontrak pembangunan kapal dengan perusahaan galangan asal China, JiangXi New Jiangzhou Shipbuilding Heavy Industry Co., Ltd, pada tanggal 29 April 2026.
Nilai Transaksi dan Ketentuan Pembayaran
Investasi untuk pembangunan kapal sepanjang 77 meter ini mencapai USD 22.000.000 atau sekitar 49,69% dari total ekuitas Perseroan per Desember 2025 yang tercatat sebesar USD 44.270.091. Mengingat nilainya yang signifikan, transaksi ini dikategorikan sebagai Transaksi Material sesuai dengan POJK 17/2020, namun dipastikan bukan merupakan transaksi afiliasi atau mengandung benturan kepentingan.
"Perseroan akan membayar deposit sebesar 20% atau USD 4.400.000 paling lambat tujuh hari setelah menerima jaminan perusahaan, sementara sisanya akan dibayarkan secara bertahap," tulis manajemen dalam laporannya. Proses pembangunan diperkirakan memakan waktu 18 bulan hingga serah terima kapal dilakukan.
Dampak Operasional dan Keuangan
Penambahan kapal PSV ini diproyeksikan akan memperkuat posisi kompetitif Perseroan di pasar domestik maupun internasional. Dengan adanya armada baru ini, Perseroan nantinya akan mengoperasikan total satu unit kapal Self Propelled Barge (SPB), satu unit kapal PSV, dan lima unit kapal Offshore Support Vessel. Secara finansial, transaksi ini akan meningkatkan total aset Perseroan dari USD 48,82 juta menjadi USD 70,82 juta. Meskipun akan terjadi peningkatan pada sisi liabilitas (utang), manajemen optimis bahwa pengoperasian kapal ini akan berdampak positif pada kinerja laba dan pertumbuhan jangka panjang. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
