PENJUALAN DAN LABA TRIS KOMPAK MENINGKAT DI KUARTAL III 2026
Share via
Terbit Pada
04 November 2026
Saham Terkait
Terakhir diperbarui: 19-10-2026, 03:26:pm
30741852
IQPlus, (4/11) - Trisula Grup yang dikendalikan oleh PT Trisula International Tbk (TRIS), Perusahaan public yang beroperasi di sektor tekstil dan garmen, berhasil melanjutkan tren pertumbuhan dengan mencatatkan kinerja solid hingga kuartal III-2026. Pencapaian ini ditopang oleh kontribusi positif dari lini bisnis Utama Perseroan, dengan pasar ekspor yang tetap mendominasi penjualan dan menjadi salah satu pendorong utama kinerja.
Hingga kuartal III 2026, TRIS berhasil mencatat peningkatan penjualan sebesar 12,2% YoY menjadi Rp1,3 triliun. Sejalan dengan itu, laba bersih periode Perseroan juga tumbuh 3,1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, menjadi Rp82,7 miliar.
Segmen manufaktur menjadi penopang utama pertumbuhan dengan kontribusi sebesar 66% terhadap total penjualan. Segmen ini mencatatkan perolehan Rp1,1 triliun dengan pertumbuhan 10.9% YoY. Kinerja positif juga dibukukan oleh lini bisnis distribusi yang tumbuh hingga 32,2% YoY menjadi Rp317,5 miliar, dengan kontribusi 19%, menyusul sebagai kontributor terbesar kedua terhadap total pendapatan. Selanjutnya disusul oleh lini bisnis retail dengan perolehan Rp115,7 miliar, lini bisnis seragam dengan perolehan Rp113,5 miliar, serta lini bisnis perhotelan yang membukukan pendapatan sebesar Rp16,4 miliar.
Berdasarkan wilayah penjualannya, pasar ekspor tetap menjadi kontributor Utama dengan porsi sekitar 60% terhadap total penjualan. Pada periode ini, penjualan ekspor meningkat 11,4% YoY menjadi Rp802,2 miliar. Pada periode September 2026, penjualan domestik turut mengalami pertumbuhan mencapai 13,3% YoY, dengan perolehan Rp531,2 miliar.
"Kami bersyukur bahwa TRIS masih dapat melanjutkan kinerja yang positif hingga kuartal III-2026, yang mencerminkan fundamental bisnis yang tetap terjaga di tengah dinamika pasar. Sejalan dengan hal tersebut, Perseroan juga menyiapkan aksi korporasi berupa pembelian saham kembali (share buyback) dengan nilai sebanyak-banyaknya Rp10 miliar untuk menjaga stabilitas Harga saham sekaligus mempertahankan kepercayaan investor di tengah kondisi pasar yang fluktuatif," ujar Direktur Utama TRIS, Widjaya Djohan.
Pelaksanaan buyback tersebut akan berlangsung selama tiga bulan, terhitung sejak 3 November 2026 hingga 2 Februari 2027. Dalam periode tersebut, Perseroan berencana membeli kembali saham sebanyak-banyaknya 2% dari modal disetor atau setara dengan 62 juta saham. Penentuan harga pembelian akan mempertimbangkan harga yang dinilai wajar bagi Perseroan, dengan harga pembelian maksimum sebesar Rp165 per saham.
Perseroan meyakini bahwa pelaksanaan buyback tidak akan mengganggu kinerja maupun keberlangsungan operasional, seiring dengan fundamental bisnis yang tetap solid. Hal ini tercermin dari capaian laba bersih yang diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp33,2 miliar hingga kuartal III-2026. Di samping itu, buyback diharapkan dapat menjaga stabilitas perdagangan saham sekaligus memperkuat kepercayaan investor di tengah dinamika pasar. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
