PENGUATAN MANUFAKTUR ELEKTRONIKA PERLUAS PERAN RI DI PASAR GLOBAL
Share via
Kategori
Ekonomi Bisnis
Terbit Pada
10 September 2026
25247629
IQPlus, (10/9)- Industri manufaktur Indonesia terus menunjukkan daya tahan di tengah dinamika ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian. Salah satu indikatornya terlihat dari pertumbuhan kelompok industri barang logam, komputer, barang elektronik, optik, dan peralatan listrik yang mencapai 9,20 persen pada Triwulan - II tahun 2026. Perkembangan ini menjadi bagian dari penguatan industri elektronika nasional, termasuk melalui peningkatan kapasitas produksi dan pengembangan fasilitas manufaktur.
"Kami mengapresiasi komitmen Midea dan PT Jaya Refrigeration Equipment dalam mengembangkan investasi serta memperluas kegiatan produksi di Indonesia. Hal ini tentunya mencerminkan kepercayaan dunia usaha terhadap prospek manufaktur nasional,"ujar Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza dalam acara Pencapaian Produksi 3 Juta Unit dan Peresmian Pabrik Midea Indonesia di Cikarang, seperti dikutip Kamis (10/9) .
Faisol menjelaskan, kinerja kelompok industri barang logam, komputer, barang elektronik, optik, dan peralatan listrik yang tumbuh 9,20 persen pada Triwulan - II 2026 menunjukkan pentingnya sektor tersebut dalam struktur manufaktur nasional.
Pada periode yang sama, komoditas air conditioner (AC) mencatat surplus neraca perdagangan sebesar USD103,70 juta, sedangkan refrigerator membukukan surplus USD96,39 juta. Di sisi lain, mesin cuci masih mencatatkan defisit neraca perdagangan sekitar USD100 juta. Kondisi ini menunjukkan adanya ruang yang besar untuk terus memperkuat produksi dalam negeri.
"Penguatan produksi domestik perlu berjalan seiring dengan pengembangan ekosistem industri yang lebih luas. Hal tersebut mencakup keterhubungan rantai pasok, peningkatan penggunaan komponen dalam negeri, pengembangan sumber daya manusia, serta penguasaan teknologi dan inovasi," katanya.
Hingga saat ini, Midea Electronics Indonesia telah membangun berbagai fasilitas industri di kawasan Cikarang dan Karawang melalui PT Jaya Refrigeration Equipment. Fasilitas tersebut memproduksi berbagai produk home appliances, antara lain AC, mesin cuci, refrigerator, dan freezer.
"Pengembangan fasilitas ini menjadi bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan dalam memperluas kegiatan manufaktur di Indonesia," tuturnya.
Pada kesempatan tersebut, Midea mencatatkan pencapaian produksi tiga juta unit produk sekaligus meresmikan pabrik untuk produk AC dan refrigerator, yang terdiri atas 2,25 juta unit AC, satu juta unit refrigerator, dan 367.500 unit mesin cuci.
Selain memenuhi kebutuhan pasar domestik, Midea Electronics Indonesia juga telah mengembangkan kegiatan ekspor. Hingga tahun 2026, perusahaan tercatat mengekspor dua juta unit produk ke kawasan ASEAN dan Amerika Utara.
"Capaian ekspor ini menunjukkan bahwa Indonesia memiliki peran dalam mendukung kebutuhan pasar internasional. Pengembangan fasilitas produksi di dalam negeri juga memperkuat posisi Indonesia sebagai bagian dari jaringan produksi dan bisnis global perusahaan," katanya. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
